Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai Timur

Jumat, 18 September 2020 - 15:41 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kwitansi penerimaan dana proyek desa oleh oknum Wartawan Manggarai, DD. (Foto: Ist)

Kwitansi penerimaan dana proyek desa oleh oknum Wartawan Manggarai, DD. (Foto: Ist)

Wartawan Manggarai Kerja Proyek Desa di Matim

Manggarai Timur, floreseditorial.com – Oknum jurnalis yang ‘main’ proyek bukan saja mencoreng profesi pewarta, tapi juga melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dalam Pasal 6 KEJ, disebutkan bahwa Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Penafsiran menyalahgunakan profesi yakni, segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas, sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum. Sedangkan suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi indenpendensi.

Namun KEJ dimaksud, sepertinya tidak diindahkan oleh oknum wartawan asal Kabupaten Mangggarai berintial, DD.

Pria yang mengaku wartawan media online Flobamora News dan bertugas di Kabupaten Manggarai itu, mengerjakan proyek Desa Bangka Masa, Kecamatan Rana Mase, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Naasnya, setelah uang senilai Rp 10 Juta tersebut diterima oleh, DD, material pasir, semen dan besi beton tak semuanya di drop ke desa. Beberapa kubik pasir dan besi beton tidak Ia kirimkan ke desa.

Kepala Desa Bangka Mase, Antonius Abu Adek, saat dihubungi wartawan pada Jumat (18/9/2020), menjelaskan, DD, mendatangi dirinya pada bulan Juli lalu dengan gaya seperti seorang penyidik untuk menginterogasi pengerjaan proyek pembangunan fisik di Desa Bangka Masa.

“Waktu itu, Dia (DD) mau selidiki seluruh proyek di desa dan saya sempat diinterogasi. Di bulan Agustus, Dia minta proyek di saya. Saya memberikan anggaran Rp 10 juta, untuk pengadaan material seperti batu dan pasir, lengkap dengan kwitansi di atas meterai 6000. Namun, yang Dia bawa materialnya, cuma pasir 6 reit dari yang seharusnya 10 reit. Semen dan besinya belum. Sampe saat ini, Dia tidak pernah datang lagi. Saya menghubunginya lewat telepon dan WhatsApp, namun jarang Dia angkat,” tandas Kades Bangka Masa.

Saat ini, kata Kades, dirinya menggunakan uang pribadi miliknya untuk membeli kebutuhan material yang belum disalurkan oleh oknum wartawan asal Kabupaten Manggarai itu.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, DD, membenarkan dirinya menangani proyek pengadaan material di Desa Bangka Masa. Namun, hal tersebut, menurut DD, atas dasar permintaan Kades Bangka Masa.

“Kepala desanya yang minta ke saya,” terangnya.

Oknum yang mengaku sebagai wartawan Flobamora News tersebut, mengaku tetap menjalin komunikasi dengan sang kades dan berjanji akan melengkapi tunggakan material yang belum dibawa ke desa. (*)

Artikel ini telah dibaca 487 kali

Baca Lainnya
x