Manggarai Manggarai Barat

Selasa, 19 Mei 2020 - 22:52 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (FEC Media)

Foto: Ilustrasi (FEC Media)

Bupati Deno dan Bupati Dula Berbeda Sikap

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H dan Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula berbeda sikap terhadap dua hal pokok yakni, terkait rujukan pasien positif covid-19 asal Manggarai dan keberadaan posko dan portal di wilayah perbatasan di kedua wilayah. Demikian informasi yang dihimpun floreseditorial.com, Selasa (19/5/2020) usai Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D bertemu dengan Bupati Manggarai Barat hari ini.

Sebelumnya, Wabup Maria, Senin (18/5/2020) bertemu Bupati Manggarai membicarakan hal itu. Hasil pertemuan bersama Bupati Manggarai, Deno Kamelus, itulah yang dilaporkan Wakil Bupati Mabar, Maria Geong kepada Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, Selasa (19/5/2020). Sedikitnya ada empat point penting hasil rapat antara Wabup Mabar dengan Bupati Manggarai di Ruteng. Dua point penting diantaranya yakni, terkait pasien positif covid-19 dan keberadaan posko covid dan portal jalan yang telah dibangun oleh pemerintah Manggarai beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati Deno, terkait pasien terpapar covid-19, Ia menolak untuk rujuk ke RSUD Komodo yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan oleh Kementerian Kesehatan RI. Bupati Deno beralasan, pasien positif corona asal Manggarai dapat dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng karena, di rumah sakit tersebut terdapat dokter yang profesional. Sedangkan untuk posko dan portal jalan, Bupati Deno menawarkan agar posko dan portal yang telah dibangun dijadikan sebagai posko bersama.

Menanggapi pernyataan Bupati Deno tersebut, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula menyatakan, pihaknya menerima sikap Bupati Deno yang menolak pasien positif covid asal Manggarai dirujuk di RSUD Komodo, Labuan Bajo. Namun demikian, Bupati Dula akan menerima pasien covid-19 dari Manggarai bilamana di kemudian hari, pasien covid asal Manggarai dirujuk ke RSUD Komodo. Bupati Gusti Dula, bersikap demikian mengingat RSUD Komodo telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien terpapar covid-19.

“Kita hargai sikap Bupati Manggarai yang mau merawat pasien covid asal Manggarai di RSUD Ruteng. Namun jika dikemudian hari ada perubahan sikap, maka kita tetap menerima pasien asal Manggarai. Apalagi RSUD Komodo sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai rumah sakit rujukan,” tandas Bupati Dula.

Sedangkan terkait sikap Bupati Deno yang enggan memindahkan posko dan portal tapi mengusulkan agar posko dijadikan sebagai posko bersama, Bupati Dula, mengaku pihaknya telah memerintahkan Camat Lembor agar memantau dan memberikan rasa nyaman kepada warga di wilayah perbatasan, mengingat keberadaan posko dan portal di wilayah perbatasan tersebut telah mengganggu kenyamanan dan keamanan warga setempat.

Ia menjelaskan, pembangunan posko dan portal di wilayah itu sesungguhnya bertujuan baik, namun tidak boleh menimbulkan gesekan di tengah masyarakat yang dapat merusak kenyamanan dan keamanan serta mengganggu upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19.

“Pendirian portal tentu tujuannya baik, namun kalau kemudian muncul persoalan yang membuat masyarakat Pa’ang Lembor tidak nyaman, itu artinya perlu ditinjau lagi,” tegas Bupati Dula.

Bupati Gusti menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan Camat Lembor untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan merasa nyaman dan aman dalam beraktivitas, dan bilamana tidak aman maka pemerintah bisa bangun posko sendiri.

“Kalau perlu bangun posko juga di situ,” tandasnya.

Ia menegaskan, urusan kesehatan seharusnya tidak dihalang-halangi oleh pembatasan wilayah. Karena selayaknya, tugas pemerintah merawat pasien dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua masyarakat, kapan dan di mana saja berada.

Meskipun berbeda sikap terkait rujukan pasien dan keberadaan portal di wilayah itu, namun Bupati Dula mengapresiasi sikap Bupati Deno yang mau mengubah atau meninjau kembali surat keputusannya. Di mana salah satu butir surat Bupati Manggarai yakni mewajibkan pelaku perjalanan melengkapi diri dengan surat keterangan hasil rapid test dari petugas kesehatan.

“Saya berterima kasih kepada Bupati Manggarai yang mau meninjau kembali suratnya, agar pasien rujukan dari puskesmas-puskesmas Manggarai Barat yang secara geografis berdekatan dengan RSUD Ben Mboi dan RSU Cancar, dapat diterima untuk dirawat dengan baik dan mau merevisi keterangan rapid test,” ujarnya seraya menyatakan syarat bagi pelaku perjalanan berupa surat hasil rapid test kesehatan, merupakan persyaratan yang memberatkan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Gusti Dula meminta Bupati Manggarai agar segera meninjau kembali surat dan persyaratan lainnya demi menjamin kebaikan bersama. Bupati Gusti juga mengaku telah menginstruksikan Kadis Kesehatan Mangarai Barat agar mempersiapkan Gedung Olahraga (GOR), untuk menampung pasien covid-19, bilamana daya tampung RSUD Komodo terbatas untuk menampung pasien covid-19.

“Kita juga sudah siapkan anggarannya. Pemerintah Manggarai Barat akan menata Gelanggang Olahraga (GOR) untuk dijadikan rumah sakit covid-19,” tambahnya.

Ia menyatakan, pemerintah Manggarai Barat perlu mengantisipasi dan mempersiapkan segala fasilitas jika pasien positif covid-19 terus bertambah. Apalagi sebut Dia, masih banyak sampel swab yang belum diketahui hasilnya, sehingga tidak menutup kemungkinan dari puluhan sampel yang kini sedang diuji klinis masih ada pasien yang positif corona.

*(Tim floreseditorial.com)

Artikel ini telah dibaca 885 kali

Baca Lainnya
x