Manggarai

Selasa, 25 Juni 2019 - 22:04 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Deno Kamelus saat menghindari kerumunan wartawan yang hendak mewawancarainya dalam Sengkarut politik uang kader PAN (Foto:Media Indonesia)

Deno Kamelus saat menghindari kerumunan wartawan yang hendak mewawancarainya dalam Sengkarut politik uang kader PAN (Foto:Media Indonesia)

Deno “Off The Record”, Ahang: Itu Kesombongan Intelektual

Floreseditorial.com, Ruteng – Bupati Manggarai Deno kamelus menolak diwawancarai oleh awak media setelah diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Ruteng dalam sidang money politik yang melibatkan caleg partai amanat Nasional (PAN) Magdalena Manul.

Ketika wartawan hendak memotret Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai amanat Nasional (PAN) itu, Deno kamelus membentak dan melarang difoto.

“Jangan muat foto saya. Saya katakan, jangan muat foto saya. Off the record ya. Saya punya hak,” kata Deno seperti dilansir mediaIndonesia.com.

Melihat hal tersebut anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) daerah kabupaten Manggarai Marsel Ahang menilai Bupati Deno Kamelus tidak paham soal undang-undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Sebagai pejabat negara baik itu Presiden, Gubernur dan Bupati wajib memahami UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” kata Ahang, Selasa (25/06).

Loading...

Anggota DPRD partai Keadilan sejahtera (PKS) itu menilai sikap Bupati Deno adalah salah bentuk kesombongan intelektual.

“Itu salah satu bentuk kesombongan Intelektual yang sangat tidak terpuji”, kata Ahang.

Ahang menilai bahwa liputan yang dilakukan oleh wartawan atas kasus money politics tersebut sudah benar karena sidang tersebut memang terbuka untuk umum.

“Jadi tidak bisa dia melarang wartawan liput, apalagi hakim sudah menjelaskan bahwa sidang tersebut terbuka untuk umum” tutup Ahang.

Laporan : Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 1084 kali

Baca Lainnya