Headline Manggarai

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:36 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Proyek Green House milik dinas pertanian kabupaten Manggarai yang dikerjakan oleh CV. Wela Pembe di kecamatan Rahong Utara tidak maksimal serta tidak memberikan hasil yang memuaskan (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

Proyek Green House milik dinas pertanian kabupaten Manggarai yang dikerjakan oleh CV. Wela Pembe di kecamatan Rahong Utara tidak maksimal serta tidak memberikan hasil yang memuaskan (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

Di PHO pada Desember 2018, Proyek Green House Dinas Pertanian Manggarai di Rahong Utara Sudah Rusak

Floreseditorial.com, Ruteng – Kelompok Sistem pertanian terintegrasi (SIMANTRI) 18 Kecamatan Rahong Utara, kabupaten Manggarai mengeluh karena hasil kerja proyek Green House oleh CV. Wela Pembe tidak maksimal serta tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Padahal proyek tersebut baru di PHO pada bulan Desember 2018 silam.

Ketua kelompok Simantri 18 Rahong Uatara Kosmas Guar (52) kepada media ini mengatakan bahwa proyek yang baru di PHO pada bulan Desember 2018 dengan Dana 190an juta itu sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Kami sekarang kesulitan air karena pipa yang ada didalam Green house ini tidak berfungsi,” tutur Kosmas kepada Floreseditorial.com pada Rabu(12/06/2019) siang.

Selain pipa-pipa di dalam green house tersebut yang kini sudah tak berfungsi lagi, bak penampung air dari irigasi juga sudah bocor.

Kosmas juga meminta Dinas Pertanian kabupaten Manggarai agar secepatnya merespons keluhan dari kelompok Simantri 18 karena sekarang kelompok Simantri 18 sudah mulai menam tetapi mereka kesulitan air.

Tak Percaya Pupuk Dinas Pertanian

Kelompok Simantri 18 Rahong Utara rencananya akan menanam tanaman tomat dengn menggunakan pupuk organik buatan kelompok Simantri 18 sendiri dibanding pupuk yang datangkan dari dinas karena dinilai tidak bagus.

“Kami tidak percaya dengan pupuk yang dibawah oleh Dinas pertanian kami pernah pakai tapi hasilnya tidak bagus, kami lebih baik menggunakan pupuk kimia pada satu Minggu pertama setelah itu kami menggunakan pupuk yang kami olah sendiri” kata Kosmas

Ketika tim floreseditorial.com meminta konfirmasi dari pihak CV.Wela Pembe. Pihak CV.Wela Pambe melalui Stefanus mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengecek ke lokasi.

Dia berkilah bahwa kemungkinan besar lem pipa yang digunakan sudah terlepas.

“Nanti kami pergi cek kembali disana mungkin lem pipanya yang terlepas, karena nanti dari dinas dulu, baru kami cek” jelasnya.

Sejauh ini media kami belum berhasil meminta konfirmasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.

Laporan : Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 442 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya