Manggarai Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2020 - 16:28 WIB

3 minggu yang lalu

logo

SMK Karya Ruteng. (Foto: Andrian Juru)

SMK Karya Ruteng. (Foto: Andrian Juru)

Gegara Ikut Test CPNSD Yayasan Karya Pecat Lima Orang Guru

Floreseditorial.com Ruteng – Gegara ikut test Calon Pengawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Februari 2020 lalu, lima orang guru honorer di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Ruteng, dipecat pihak yayasan. Kelima orang guru yang jadi korban itu, yakni Hermanfanto Susilo, Basilius Ngabal, Nelfiana Jebatur, Angelina F. Salus, Heribertus Homon. Padahal mereka sudah mengabdi di lembaga itu selama tujuh tahun. Selain itu pihak yayasan sendiri tidak pernah menetapkan peraturan melarang guru honorer mengikuti test CPNSD.

Angelina Fifiana Salus, salah seorang korban pemecatan yang ditemui Floreseditorial.com, Selasa (12/5/2020) menceritakan, pihaknya mengikuti test CPNSD tanggal 3 Februari 2020. Dia memutuskan mengikuti test CPNSD karena pihak yayasan tidak mengatur larangan yang bersifat baku bagi para guru di lembaga itu. Anehnya lagi, dirinya dipecat beberapa waktu kemudian, setelah ujian CPNSD usai.

“Saya dipecat pada saat saya ambil gaji tadi siang,” ujarnya.

Kekecewaan senada juga dituturkan, Hermanfanto Susilo, guru mata pelajaran sejarah. Dia menuturkan, jumlah guru yang mengikuti test CPNSD sebanyak 10 orang. Namun masing-masing mereka memiliki nasib berbeda dari pihak yayasan. Dimana pihak yayasan hanya memanggil lima orang guru untuk melanjutkan tugas mengajar, sementara lima orang lainnya tidak dipanggil.

“Kepada kami hanya disampaikan bahwa yayasan tidak memerlukan kami lagi.”

Dia menceritakan, sebelumnya tahun lalu pernah mengikuti test tetapi tidak dipecat. Tahun ini, jelasnya, dirinya mengikuti lagi test CPNSD karena pihaknya mengetahui tidak ada larangan dari yayasan. Bahkan dalam kontrak kerja juga tidak ada aturan yang melarang. Sebab mereka yang ikut test CPNSD itu merupakan guru yang sudah mendapat SK sebagai guru tetap dari yayasan.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Karya Ruteng, Robert Jelatu, mengatakan guru yang mengikuti test CPNSD sudah membuat surat pernyataan. Namun pihaknya tidak berhak untuk melarang atau memberikan izin ikut test CPNSD. Sebab yang melarang atau mengizinkan mereka ikut test menjadi otoritas yayasan.

“Memang yayasan minta saya buat surat skorsing, tetapi saya tolak karena saya tidak punya dasar. Sampai akhirnya yayasan sendiri yang mengeluarkan skorsing. Sedangkan untuk guru Bahasa Indonesia, Angelina, sampai sekarang yayasan belum membuat surat pemecatan atau pemutusan hubungan kerja,” katanya.

San Mutis, dari Yayasan Karya Manggarai yang ditemui Floreseditorial.com, Rabu (13/5/2020) menjelaskan, guru honorer tersebut sudah membuat surat pengunduran diri. “Mereka itu sudah tanda tangan surat pengunduran diri,” jelasnya singkat.

Penulis: Adrian Juru
Editor: Robert Perkasa

Artikel ini telah dibaca 7436 kali

Baca Lainnya
x