Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai

Senin, 17 Agustus 2020 - 22:59 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Pertambangan pasir di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, NTT dinilai mengancam keselamatan para pengguna jalan Trans Flores. (Foto: Adrian Juru)

Pertambangan pasir di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, NTT dinilai mengancam keselamatan para pengguna jalan Trans Flores. (Foto: Adrian Juru)

Jalan Trans Flores Terancam Erosi Tambang Pasir

Ruteng, floreseditoral.com – Pertambangan pasir di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT dinilai mengancam keselamatan para pengguna jalan Trans Flores. Pengikisan pasir yang sangat dekat bahu jalan sekitar 5 meter, berpotensi merusak badan jalan.

Seorang warga asal Mano, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Florianus Agut, menjelaskan, kondisi tersebut mengancam keselamatan jalan dan masyarakat pengguna jalan.

Penambangan pasir di lokasi tersebut diduga tidak melalui kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Di daerah ini berpotensi longsor, dilihat dari jarak pertambangan dan bahu jalan. Ketika musim hujan nanti, pasti terjadi longsor,” ujar Flori saat melintas di jalan tersebut, Senin (17/8/2020).

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai, Kanisius Nasak, mengatakan, DLH Kabupaten Manggarai tengah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Dinas Pertambangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Ruteng, perihal kondisi pertambangan itu.

Meski demikian, kata Kanisius, hingga saat ini, pihaknya belum mengeluarkan izin terkait galian di kawasan pertambangan pasir Wae Reno.

“Sampai saat ini, kami dari DLH belum ada satupun keluarkan izin terkait galian C di sana (Pertambangan Pasir Wae Reno, red),” tutup Kanis. (adj)

Artikel ini telah dibaca 885 kali

Baca Lainnya
x