Manggarai

Sabtu, 29 Februari 2020 - 15:38 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Justice, Peace and Integrity of Creation - Societas verbi Divini (JPIC-SVD) Ruteng, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara bertani yang modern (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

Justice, Peace and Integrity of Creation - Societas verbi Divini (JPIC-SVD) Ruteng, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara bertani yang modern (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

JPIC SVD Ruteng Sosialisasikan Pertanian Modern

Floreseditorial.com, Ruteng – Justice, Peace and Integrity of Creation – Societas verbi Divini (JPIC-SVD) Ruteng, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara bertani yang modern. JPIC-SVD Ruteng kerja sama dengan CV. Suluh Lingkungan (SL) konsultan untuk mengembangkan pertanian di wilayah Manggarai dengan berbasis teknologi modern dan ramah lingkungan.

Dalam suatu kesempatan, seminar Kick Off Program tahun 2020 dengan tema “Membaca Alternatif Pembangunan Melalui Inisiatif Lokal” yang berlangsung di Aula Lantai 2 JPIC SVD Ruteng, Sabtu (29/2/2020).

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai stakeholder termasuk petani Milenial dan Direktur CV. Suluh Lingkungan Adi Lagur. Kegiatan yang tersebut diisi dengan workshop dan dialog terbuka antar peserta dan pemateri Pater Simon Tukan dan Adi Lagur.

Pada kesempatannya Pater Simon, mengatakan kegiatan dimaksudkan untuk mensosialisasikan kepada petani Manggarai cara mengembangkan pertanian yang sesuai dengan perkembangan globalisasi.

JPIC SVD Ruteng sendiri telah mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, salah satu contoh pada tahun 2019 kelompok Tani wanita Soverdia di Reo yang di dampingi JPIC SVD Ruteng telah memperoleh income sekitar 10 juta hasil jualan dari 2 kali panen selama 1 tahun 2019.

Hal inilah yang ingin dikembangkan oleh JPIC SVD Ruteng, supaya masyarakat bekerja dan memperoleh income dari setiap hasil pertaniannya.

“Harapan kami semoga masyarakat mengelola lahan pertaniannya sesuai dengan perkembangan modern. Kami ingin agar petani Manggarai sedikit memperoleh income dari hasil pertaniannya. Hasil pertanian yang berkualitas pasti akan terjual, semua lahan tidur jangan lagi ragu digunakan dan di kelola dengan baik. Kami dari JPIC SVD siap mendampingi kelompok tani yang bersedia dan akan kerja sama dengan pa Adi Lagur (CV. Suluh Lingkungan) konsultan,” Ujar Pater Simon, Sabtu (29/2/2020).

Pater Simon Tukan, juga memuji dengan strategi CV. Suluh Lingkungan (SL) konsultan yang memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, seperti di kelompok tani wanita Soverdia di Reo.

“Tahun kemarin petani di Mondo Reo itu sudah menikmati hasilnya yang besar dan tidak kalah kualitas. Sudah lama lahan disana (Reo) itu tidak dipakai karena kesulitan air. Tetapi dengan manusia yang satu ini dia (Adi Lagur) memberi tahu kepada saya bahwa dia akan membantu masyarakat di Reo supaya tetap kerja dan menghasilkan sesuatu pada saat musim kemarau. Suatu hal yang luar biasa ketika dia (Adi Lagur) membawa yang namanya “Pompa Barsa” dari luar negeri,” puji Pater Simon kepada sahabatnya itu.

JPIC SVD Ruteng sendiri juga telah meluncurkan pupuk organik cair (POC) ramah lingkungan “Go Green-Go Clean- Go Organik” (3G). Pupuk organik cair yang diproduksi oleh JPIC SVD Ruteng itu berasal dari kotoran ternak babi dengan proses bio gas.

Selain Pater Simon Tukan, dikatakan juga oleh Adi Lagur bahwa petani Manggarai perlu diberdayakan dengan baik. Bahkan Adi mengawali materinya dengan kalimat bijaknya” membahagiakan diri sendiri itu hal yang biasa, tetapi membahagiakan orang lain itu baru luar biasa” sebab menurut Adi sendiri, jika saja petani di Manggarai bisa berdayakan dengan baik maka ekonomi masyarakat tidak lagi bergantung dengan cara pergi merantau.

Menurutnya petani di Manggarai perlu ada pendampingan sperti yang dilakukan oleh JPIC SVD Ruteng. Adi juga mengatakan bahwa petani adalah jantung produksi Negara.

“Sebaiknya petani kita (di Manggarai) perlu di berdayakan lagi agar cara kerja mereka tiba dari petani tradisional menjadi petani modern. Jika ekonomi petani sudah bagus maka dengan sendirinya Negara ini akan terus menjadi Negara Maju. Petani itu sendiri merupakan jantung produksi dari Negara, maka petani kita sebaiknya di ajarkan untuk jadi petani modern,” papar Adi.

Laporan: Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 663 kali

Baca Lainnya
x