Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai

Jumat, 21 Agustus 2020 - 16:42 WIB

2 bulan yang lalu

logo

KAMI merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah di Lingkungan Raca, Kelurahan Reo, Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2020). (Foto: Adrian Paju).

KAMI merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah di Lingkungan Raca, Kelurahan Reo, Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2020). (Foto: Adrian Paju).

KAMI Merayakan Tahun Baru Islam di Reo

Reok, floreseditorial.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020, tentu terasa spesial bagi umat muslim di seluruh dunia. Hal tersebut menjadi moment silaturahmi oleh kelompok alumni yang menamai diri Kerukunan Alumni 06 Manggarai (KAMI).

Tepat di hari tersebut, KAMI melaksanakan kegiatan Tahun Baru Hijriyah dengan tema “Merajut Kebersamaan Dalam Bingkai Perbedaan”. Kegiatan rutin tahunan yang sifatnya bergilir di antara anggota kelompok, tahun ini dilaksanakan di Lingkungan Raca, RT.022/RW.011, Kelurahan Reo, Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Ketua Kelompok KAMI, Mahmud Bethan, mengatakan, kegiatan Tahun Baru Hijriyah tersebut sekaligus menjadi momen perbaikan diri dan saling memaafkan serta merajut kebersamaan dalam perbedaan.

“Kegiatan Tahun Baru Hijriyah kali ini, menjadi momentum spirit dalam menjaga perbedaan, perbaikan diri atas perselisihan dan khilaf antara sesama, membangkitkan semangat persaudaraan merajut kebersamaan dalam bingkai perbedaan,” ungkap Bethan.

Ustad Ahmad Jauhari, dalam tausiyahnya, menyampaikn tiga makna Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah, yang penting diketahui oleh umat muslim.

  1. Hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Tahun Baru Islam 1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, kemudian melahirkan Agama Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan semakin menyebar hingga ke Mekkah dan wilayah sekitarnya. Nabi Muhammad SAW, memutuskan hijrah setelah memperoleh wahyu dan perintah dari Allah, untuk menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat.
  1. Bentuk Perjuangan Nabi. Tahun baru Islam juga dimaknai sebagai semangat perjuangan tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam, oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Meski banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya, tak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan, Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara dan harta bendanya, agar bisa memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.
  1. Intropeksi diri. Pergantian Tahun Baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, dengan adanya Tahun Baru Islam, umat muslim diharap lebih mawas diri, introspeksi dan bermuhasabah atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama 12 bulan. Sekaligus, memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditinggalkan di tahun mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Imam Masjid Besar Nurul Huda Reo, Bapak Usman Hasan, para Kepala Madrasah, para Guru-guru, serta para tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat. (adp)

Artikel ini telah dibaca 613 kali

Baca Lainnya
x