Manggarai

Selasa, 8 Oktober 2019 - 10:53 WIB

2 minggu yang lalu

logo

KPH Manggarai Padamkan Sisa Titik Api Dengan Peralatan Seadanya (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

KPH Manggarai Padamkan Sisa Titik Api Dengan Peralatan Seadanya (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Keterbatasan Alat, KPH Manggarai Padamkan Sisa Titik Api Dengan Peralatan Seadanya

Floreseditorial.com, Ruteng – Sekelompok anggota Kesatuan pengelolah hutan (KPH) Kabupaten Manggarai yang didampingi pihak penyuluh dan polisi hutan menyusuri lokasi kawasan wilayah hutan lindung RTK 18 Cibal untuk memastikan titik-titik api yang diduga masih tersisa tepatnya di wilayah embung wae kebong, Senin 7/10/2019.

Penelusuran floreseditoria.com di lokasi, tampak sejumlah 10 orang yang telusuri lokasi untuk memastikan titik api yang masih aktif dari setiap puing-puing yang telah terbakar pada beberapa waktu lalu di lokasi tersebut.

Dijelaskan oleh Nikolaus Naput, Kepala seksi perlindungan kawasan hutan lindung bahwa, anggota KPH Manggarai hanya berjumlah 23 orang saja dalam mengawasi luasnya lokasi hutan lindung Manggarai.

“Sejak pkl 13.00 siang ini kami menyusuri wilayah RTK 18 Cibal dengan membawa peralatan semprot untuk menyemprot semua titik-titik api yang masih terlihat asap pada puing-puing yang telah terbakar” tandas Nikolaus kepada floreseditorial.com.

Pasalnya, anggota KPH Manggarai menyusuri lokasi kebakaran susulan kali lalu untuk memastikan bara api yang masih tersisa agar tidak merambat dan terjadi kebakaran meluas saat angin kencang.

“Karena keterbatasan alat kami meminjam alat semprot manual dari TWA untuk dipakai menyusuri lokasi kebakaran saat ini”tandasnya.

Senada disampaikan oleh Dionisius Jedadu kepala pemangku resort RTK 18 Cibal, bahwa pihaknya bersama KPH Kabupaten Manggarai dalam mengawasi hutan lindung tidak menetap di lokasi, kami hanya melakukan patroli rutin setiap minggu di kawasan hutan.

“Pihak kami selalu menyusuri lokasi dan sudah dijadwalkan selama tiga kali dalam satu minggu yaitu pada hari senin, selasa dan rabu. Kebetulan LPH RTK 18 ini mencakup empat kecamatan yaitu Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i dan Langke Rembong” imbuhnya.

Hal itu lanjut dia, lantaran tugas dan tanggung jawab pihaknya mencakup beberapa unsur yang terdapat dalam kawasan hutan.

“Tugas polisi hutan ini bukan hanya menjaga dan mengawasi hutan, sumber hasil hutan dan pengamanan hutan hak juga termasuk ijinan suplay jenis kayu juga diperlukan oleh LPH setempat yang di dalamnya termasuk kepolisian hutan” tutupnya.

Menurutnya, pihak kepolisian hutan sebenarnya sudah menegakan segala aturan dan bertindak tegas kepada setiap oknum yang secara sengaja memanfaatkan hasil hutan untuk kepentingan pribadi.

“Sebelumnya kami sudah mengamankan oknum PNS, beberapa guru SMA, anak sekolah dan masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan tanpa ijin”ungkapnya.

Sementara itu, pihak KPH Manggarai dan kepolisian kehutanan sementara mensterilkan lokasi wilayah kehutanan RTK 18 Cibal dari berbagai unsur masyarakat yang mengunjungi lokasi tersebut dan memastikan akan bertindak tegas bagi siapa saja yang menelusuri lokasi itu tanpa ijin.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 144 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya
x