Manggarai Pilkada 2020

Kamis, 1 Agustus 2019 - 08:37 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kornelis Dola (Ist)

Kornelis Dola (Ist)

Kornelis Dola, “Pendatang Baru” Pilkada Manggarai

Floreseditorial.com, Ruteng – Genderang pemilihan umum kabupaten Manggarai memang belum ditabuh. Namun desas-desus seputar pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Manggarai pada 2020 mendatang kian riuh dan semakin ramai diperbincangkan akar rumput.

Desas desus tersebut berkutat pada sejumlah nama yang bakal ikut bertarung untuk memperebutkan posisi sebagai orang nomor satu di kabupaten Manggarai.

Salah satu figur yang kini disebut – sebut akan turut meramaikan kontestasi lima tahunan di kabupaten tersebut yakni Konelis Dola.

Pria kelahiran Cibal, 52 tahun silam itu kian santer didiskusikan di setiap ruang publik di kabupaten Manggarai. Diskusi itu tidak hanya berkutat pada tataran elit tetapi juga menembus lapisan akar rumput Manggarai.

Penyandang gelar sarjana pendidikan itu bahkan disebut-sebut sebagai figur ‘kuda hitam’ dalam perhelatan pilkada Manggarai.

Saat dikonfirmasi media ini, alumni SMP Negeri 1 Cibal itu membenarkan perihal dirinya bakal ikut bertarung pada perhelatan pesta demokrasi mendatang.

“Tentu jadi pemimpin itu harus mendapatkan legitimasi publik. Legitimasi itu bisa saja atas pertimbangan kapasitas juga pertimbangan lain,” ucapnya saat dihubungi floreseditorial.com melalui sambungan telepon, Kamis (01/8/2019) pagi.

Pria yang memutuskan pensiun dini dari ASN pada bulan Juni Lalu dan sukses menjadi pengusaha hotel di kabupaten Manggarai Timur itu menjelaskan bahwa menjadi seorang pemimpin di suatu daerah merupakan bagian dari bentuk kepedulian kepada orang lain.

“Kepedulian itukan adalah sebuah keharusan. Maka kalau ada yang mengatakan bahwa saya akan maju sebagai calon, itu benar adanya. Pada prinsipnya secara pribadi saya sudah siap untuk maju,” ucapnya.

“Intinya bahwa, saya secara pribadi punya niat untuk ikut bertarung pada pilkada kabupaten Manggarai 2020 nanti,” tambah pemilik Hotel Gloria itu.

Niat itu, kata alumni SPG Setia Bakti itu, tidak hanya bersumber dari dalam diri tetapi juga berasal dari banyak pihak.

“Atas dorongan semua pihak inilah, sehingga niat ini ada dan didiskusikan masyarakat,” Imbuh alumni Sekolah Tinggi Katolik Ilmu Pendidikan (STKIP) St. Paulus Ruteng itu.

Kornelis tidak menampik soal munculnya tawaran pada dirinya termasuk permintaan agar dirinya tak maju di Pilkada Manggarai tahun 2020 mendatang karena dianggap akan menggangu konstelasi pemilih khususnya di wilayah Cibal raya.

“Tapi saya mau katakan begini, omong Manggarai ini bukan hanya omong Cibal, tapi berbicara tentang seluruh wilayah Manggarai, sehingga permintaan itu kemarin saya tolak dengan tegas, kalau rakyat sudah memberikan amanah, pasti akan saya jalankan,” ungkap Korneliis.

Saat disentil soal tawaran dari partai politik, Kornelis berdiplomasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai maupun figur lain yang diisukan akan ikut bertarung.

“Tentu ini menjadi konsumsi pribadi saya dulu, nanti juga pasti teman teman semua akan mengetahuinya,” tukas pria kelahiran 17 Mei 1967 itu.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 189 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya