Manggarai

Kamis, 6 Februari 2020 - 20:06 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Fansi Jahang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Fansi Jahang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Marak Dugaan Politik Praktis ASN, Sekda Manggarai Diminta Segera Bertindak

Floreseditorial.com, Ruteng – Dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam berpolitik praktis di Kabupaten Manggarai menuai kritikan dari sejumlah kalangan. ASN dipandang perlu untuk bersikap netral dalam setiap hajatan politik yang ada di daerah.

Terkait dugaan keterlibatan ASN dalam berpolitik praktis di Kabupaten Manggarai Bawaslu Kabupaten Manggarai telah memanggil sebanyak 7 aparatur sipil negara di kabupaten tersebut.

Hal ini membuat sejumlah kalangan angkat bicara termasuk dari kalangan mahasiswa.

Ketua dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Manggarai Rikardus Joman dalam keterangan pers yang diperoleh media ini meminta Sekertaris daerah (Sekda) kabupaten Manggarai untuk menindak tegas setiap aparatur sipil negara yang terindikasi terlibat politik praktis.

“Termasuk Maksimilianus Kolbey, sekertaris rumah sakit Ben Mboi Ruteng yang diduga mengintimidasi pegawainya MIN (24) untuk memilih salah satu bakal Calon Bupati di kabupaten Manggarai,” kata Rikardus Joman, Kamis (06/02/2020).

Rikardus Joman berharap agar Sekda Kabupaten Manggarai memanggil dan memberi tindakan tegas terhadap sekretaris RSUD Ben Mboi itu.

“Kami minta kepada Pa Sekda untuk panggil yang bersangkutan,” ujar Riky, Kamis (6/2/2020).

ASN, kata dia, seharusnya tidak terlibat dalam politik praktis apalagi sampai mengintimidasi bawahannya.

“Sekda Manggarai harus serius menangani persoalan ini, karena jika dibiarkan proses demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Manggarai bisa saja tidak berlangsung dengan baik karena keterlibatan sejumlah aparatur sipil negara,” katanya.

Kata dia, berdasarkan ketentuan undang-undang ASN, pegawai negeri dilarang keras untuk terjun langsung dalam politik praktis.

“Apalagi sampai mengintimidasi bawahannya,” tegasnya. dia kepada Floreseditorial.com

Riky juga mengarahkan agar pihak korban (MIN) melaporkan sekertaris Ben Mboi itu kepada pihak kepolisian Resort (Polres) Manggarai terkait dengan tindakan intimidasi terhadap dirinya.

Menurutnya, intimidasi yang dilakuan oleh sekertaris Rumah sakit Ben Mboi akan menggangu pelayanan RSUD Manggarai dan
memberikan dampak buruk kepada masyarakat Kabupaten Manggarai secara umum.

“Sebab dia adalah seorang pelayan publik yang berprofesi sebagai tenaga medis (bidan). Kami sangat mengharapkan kepada Sekda Kabupaten Manggarai, selain memberikan tindakan tegas terhadap pelaku intimidasi, dia juga memberi ketenangan kepada korban. Supaya tidak merasa terintimidasi dalam menjalankan tugas untuk selanjutnya,” ujar Riky.

Sementara hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil menghubungi Sekda Kabupaten Manggarai.

Laporan: Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 1247 kali

Baca Lainnya
x