Manggarai

Jumat, 4 Oktober 2019 - 23:53 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Pengerjaan proyek konstruksi bagian jalan yang longsor di ruas Ruteng-Reok  (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Pengerjaan proyek konstruksi bagian jalan yang longsor di ruas Ruteng-Reok (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Pemerintah Kebut Pengerjaan Ruas Jalan Yang Ambruk di Jalur Ruteng-Reok

Floreseditorial.com, Ruteng – Pengerjaan proyek konstruksi bagian jalan yang longsor di ruas Ruteng-Reok di tepi Kali Wae Pesi, wilayah Kampung Nunang, Desa Salama Kecamatan Reok masih terus dilakukan.

Pantaun floreseditorial.com di lokasi, Jum’at 4 oktober 2019, nampak para pekerja proyek sedang melakukan penggalian konstruksi pancang dan pelebaran ruas jalan Negara tersebut.

Jalur yang diinformasikan sebagai ruas jalur rawan longsor yang di akibatkan abrasi arus kali wae pesi tersebut diketahui putus total akibat musim hujan beberapa waktu lalu yang menyebabkan kendaraan bermotor harus menggunakan jalur alternatif untuk melintasi kawasan tersebut.

Ditemui di lokasi proyek tersebut Yohanes Suhardi Ngandong, pelaksana Lapangan proyek tersebut kepada floreseditorial.com, menjelaskan bahwa proyek konservasi ruas jalur Negara Ruteng-Reok dan penanganan longsor badan jalan merupakan proyek yang ditangani oleh PT. Menara Pratama Ruteng.

“Proyek jalan Negara ini dilakukan long segmen yaitu mulai dari Ruteng – Reok dengan pagu anggaran sebesar 34 milliar rupiah yang bersumber dari dana APBN dengan masa kontrak hingga bulan Desember mendatang”tandasnya.

Menurutnya, Pengerjaan perbaikan ruas jalur pada titik tersebut diperlukan teknik yang mempuni untuk memperbaiki struktur tanah amblas sehingga jalur bisa berfungsi secara normal kembali dan untuk itu perlu dilakukan sekitar 5000 kubik penggalian pelebaran.

“Penangan longsor pada titik badan jalan dilakukan dengan menggunakan konstruksi sipail baja yang selanjutnya dilakukan pancang sejauh 4 meter untuk ikatanya baloknya dan setelah pemancangan akan dilakukan proses pengecoran yaitu beton K-175 untuk ikatan dengan target waktu pengecoran yang diperkirakan selesai akhir bulan oktober nanti”imbuhnya.

Kata dia, pengerjaan badan jalan pada titik yang sering mengalami longsor itu dapat dipastikan amam dengan rancangan konstruksi yang dilakukan saat ini.

“Untuk tingkat keamanan para pengguna jalur kedepanya, kita pastikan bahwa konstruksi yang dibangun saat ini akan aman bagi setiap pengguna jalan”tandasnya.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 480 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya
x