Manggarai

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 15:31 WIB

1 bulan yang lalu

logo

dr. Ronald Susilo, Direktur Klinik Jiwa Renceng Mose (Ist)

dr. Ronald Susilo, Direktur Klinik Jiwa Renceng Mose (Ist)

Renceng Mose Usung Visi Pelayanan Iman, Harapan dan Kasih

Floreseditorial.com, Ruteng – Pemasungan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia masih menjadi masalah besar. Program Indonesia bebas pasung dikumandangkan dari tahun ke tahun, akan tetapi kasusnya masih kerap terjadi. Terlebih khusus di daerah-daerah yang minim layanan kesehatan. Mengatasi hal tersebut, kerja sama lintas instansi dan sektor sangat dibutuhkan. Termasuk bersama keluarga ataupun masyarakat untuk lebih peduli terhadap ODGJ.

Hal itu pula yang menjadi tanggung jawab besar bagi ‘Renceng Mose’, lembaga pelayanan kesehatan dan kemanusiaan dari Yayasan Karya Bakti di Jln. Lintas Luar, Kel. Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang pada 2019 ini telah memasuki tahun kelima (Lustrum) pelayanan. Sesuai dengan namanya, Renceng Mose yang dalam bahasa Manggarai berarti ‘hidup bersama’, secara resmi hadir dengan pelayanan kemanusiaan yang berfokus pada orang-orang yang berkebutuhan khusus sejak 25 September 2014 silam.

dr. Ronald Susilo selaku Direktur Klinik Jiwa Renceng Mose menuturkan, jika pihaknya memikul tanggung jawab besar dalam misi pelayanan ini. Bukan tanpa alasan, klinik jiwa yang berada di bawah naungan instansi swasta Yayasan Karya Bakti Ruteng ini berinisiatif untuk hadir melayani sesuai dengan visi utama yaitu memanusiakan manusia.

“Visi utama dari pilihan untuk menangani Orang dengan Gangguan Jiwa, antara lain bersama keluarga dan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam pelayanan penuh iman, harapan dan kasih bagi sesama yang menderita. Khususnya penderita gangguan kejiwaan demi kehidupan yang lebih baik dan mandiri,” tutur Ronald.

Demi tercapainya visi mulia tersebut, kegiatan-kegiatan atau program tetap diagendakan. Di antaranya, melayani penderita gangguan jiwa dengan dasar dan semangat cinta kasih, rasa kemanusiaan, persaudaraan, kebersamaan, keakraban maupun kekeluargaan.

Tidak hanya itu, Yayasan Karya Bakti Ruteng juga berusaha semampunya untuk membantu keluarga maupun masyarakat dalam penanganan penderita gangguan jiwa dengan memberikan pendampingan, pendidikan, pelatihan, dan dukungan demi menumbuhkembangkan perhatian dan kepedulian keluarga serta masyarakat bagi penderita gangguan jiwa.

“Bersamaan dengan itu, membuka dan memberi cara pandang baru kepada keluarga, juga masyarakat tentang masalah gangguan kejiwaan turut disuarakan. Di samping untuk terus meningkatkan profesionalisme pelayanan pada segala aspek demi pelayanan yang berkualitas merupakan bagian dari visi kami,” imbuhnya.

Salah satu cara dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Orang dengan Gangguan Jiwa tersebut, sekaligus merayakan Lustrum Klinik Jiwa, Renceng Mose menggandeng Klub Buku Petra Ruteng, salah satu Yayasan yang bergerak di bidang pengembangan literasi di Kabupaten Manggarai untuk mengadakan Lomba Menulis Cerpen bertemakan Orang dengan Gangguan Jiwa (Lomba Cerpen ODGJ). Perlombaan ini telah dibuka sejak tanggal 3 September 2019 dan akan berakhir pada 30 Oktober 2019 nanti.

Untuk diketahui, Yayasan Karya Bakti yang berpusat di Wonosobo pada tahun 2004 silam mengutus para Bruder Karitas untuk melakukan survei demi menemukan jenis pelayanan baru di luar pulau Jawa yaitu di Ruteng, Manggarai. Kerja sama lintas instansi yang dilakukan adalah dengan Dinas Sosial untuk legalitas lembaga, Dinas Kesehatan untuk memperoleh ketersediaan obat yang dibutuhkan, dan pemerintah daerah untuk mempermudah pencapaian layanan yang dibutuhkan.

Instansi swasta yang bekerja lintas instansi dan sektor yang peduli pada kebutuhan orang-orang yang berkebutuhan khusus ini pun menaungi orang dengan gangguan pendengaran(tuna rungu), orang dengan gangguan grahita (tuna grahita), orang dengan gangguan jiwa dan para korban penyalahgunaan NAPZA.

Oleh karena keprihatinan terhadap orang-orang yang mengalami berbagai gangguan inilah, maka Yayasan Karya Bakti membuka cabang-cabang sesuai dengan gangguan yang diderita. Salah satunya adalah Panti Rehabilitasi gangguan jiwa Renceng Mose untuk pasien dengan gangguan jiwa di Ruteng, Manggarai. Hal ini sesuai dengan survei yang dilakukan, ternyata belum ada lembaga terkait, baik pemerintah maupun swasta, yang menangani para pasien dengan gangguan jiwa di Kabupaten Manggarai. Belum lagi, pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan Orang dengan Gangguan Jiwa yang masih sangat minim.

Laporan : Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya
x