Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Nagekeo

Selasa, 13 Oktober 2020 - 01:01 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Karmelita Ani dari SMAK Santres Danga, sebagai Ketua DPRD didampingi Theresia Prastika Eka Una juga dari SMAK Santres Danga, sebagai Wakil Ketua I dan Veronika Dhema dari SMP Patimura Wudu, sebagai Wakil Ketua II. (Foto: Jhonatan Raga)

Karmelita Ani dari SMAK Santres Danga, sebagai Ketua DPRD didampingi Theresia Prastika Eka Una juga dari SMAK Santres Danga, sebagai Wakil Ketua I dan Veronika Dhema dari SMP Patimura Wudu, sebagai Wakil Ketua II. (Foto: Jhonatan Raga)

Siswi SMP dan SMA Pimpin Paripurna DPRD Nagekeo

Nagekeo, Floreseditorial.com – Sebanyak 15 Siswi SMP dan SMA di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berperan menjadi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, menggantikan semua peran Anggota DPRD Nagekeo, pada Senin (12/10/2020). Mereka melaksanakan Paripurna dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Sedunia yang diselenggarakan oleh Yayasan Plan International Indonesia (YPII).

Paripurna tersebut dipimpin tiga orang siswi yakni, Karmelita Ani dari SMAK Santres Danga, sebagai Ketua DPRD, Theresia Prastika Eka Una dari SMAK Santres Danga, sebagai Wakil Ketua I dan Veronika Dhema dari SMP Patimura Wudu, sebagai Wakil Ketua II.

Dalam Paripurna tersebut, menghasilkan beberapa keputusan penting untuk direkomendasikan kepada pemerintah melalui Lembaga DPRD Kabupaten Nagekeo diantaranya, perlu adanya Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak, mulai dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten.

Selain itu, mereka menyarankan agar pemerintah segera melakukan pembentukan Forum Anak Desa (Forades), sebagai ruang partisipasi anak dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Pembentukan Forades di 68 desa/kelurahan dan revitalisasi Forades di 45 desa/kelurahan.

Mereka juga merekomendasikan agar setelah pembentukan Forades di tingkat desa/kelurahan, perlu dilaksanakan penguatan kapasitas anak di tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten, serta diperlukan panti rehabilitasi bagi korban kekerasan dalam bentuk Rumah Aman. Ketika terjadi kekerasan, korban baik itu perempuan dan anak, dilayani dan direhabilitasi secara baik guna proses pemulihan.

Menanggapi giat tersebut, Ketua Fraksi Nasdem-PKS DPRD Nagekeo, Thomas Mega Maso, kepada floreseditorial.com, mengungkapkan kebanggaan serta mengapresiasi 15 siswi utusan SMP dan SMA di Nagekeo tersebut, yang telah berperan menjadi Anggota DPRD Nagekeo, meski hanya sehari.

“Ini merupakan suatu hal yang baru dan luar biasa. Saya sangat terharu dengan penampilan 15 siswi cerdas ini. Mereka patut diberikan apresiasi, karena pada hari ini mereka berhasil laksanakan rapat lintas komisi, serta mampu menghasilkan sejumlah keputusan penting,” ujar Thomas.

Lebih lanjut, Politisi Partai Nasdem ini berharap agar kegiatan seperti ini harus menjadi agenda tahunan, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin Nagekeo masa depan.

Sementara itu, Program Implementasi Area Manager Yayasan Plan International Indonesia, Eka Hadiyanto, menyatakan, para siswi tersebut sebelumnya terlibat dalam serangkaian kegiatan seleksi, melalui seminar daring dan kelas kepemimpinan dari Plan Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nagekeo.

Eka menjelaskan, kondisi anak dan remaja perempuan harus menjadi perhatian serius. Tema “Freedom Online” diangkat karena di masa pandemi covid-19, kegiatan daring anak-anak meningkat jauh dari sebelumnya. Seiring dengan itu, potensi resiko kekerasan online juga meningkat dan kerap dialami anak dan remaja perempuan.

“Kampanye freedom online penting dilaksanakan demi meningkatkan rasa percaya diri, pengetahuan dan kemampuan anak dan kaum muda perempuan. Selain itu, juga memperkuat kaum muda untuk bersama mencegah kekerasan berbasis gender,” ujar Eka.

Ia menyampaikan, sebelum melangsungkan kegiatan ini, Plan Indonesia telah menyelenggarakan rangkaian ‘Girls Take Over‘ ini secara nasional.

Girls Take Over sehari jadi pemimpin ini merupakan kampanye global yang dilakukan setiap tahun secara serentak oleh Plan International, untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 11 Oktober,” tukas Eka. (kmr)

Artikel ini telah dibaca 1767 kali

Baca Lainnya