Didampingi Wakil Gubernur NTT Dan Menkominfo, Andreas Pareira Gelar Sosialisasi Indonesia Merdeka Sinyal di Ende (Foto: TeamYPF/Nikolaus Tari)

Floreseditorial.com, Ende –
Andreas Hugo Pareira (AHP), Anggota DPR RI Komisi I asal Dapil NTT I bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengadakan kegiatan sosialisasi “Indonesia Merdeka Sinyal” pada hari Senin tanggal 25 Maret 2019 yang lalu.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kerja sama antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi atau BAKTI pelaksananya.

Disamping kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Detusoko, Menkominfo Rudiantara dan Anggota Komisi 1 DPR RI Andreas Hugo Pareira juga mengunjungi Istama Uskup Agung Ende untuk berdialog dengan tokoh agama Katolik, Islam dan Kristen Protestan, dialnjutkan dengan berdialog dengan masyarakat di Taman Renungan Pancasila, mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno, diakhiri kunjungan dan dialog dengan masyarakat muslim di SMA Mutmainah di kecamatan Ende Selatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Direktur Komunikasi dan Sumber Daya BAKTI Fadhilah Mathar, Bupati Sikka Fransisko Roberto Diogo, Anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus, Ketua DPRD Ende Herman Yoseph Wadi, dan Anggota DPRD Ende Fransiskus Taso dan Yustinus Sani juga Asisten III Setkab Ende Jho Vitalis Tote.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dalam penyampaian materinya menjelaskan, pembangunan disemua sektor yang dilaksanakan saat ini merupakan visi dan instruksi dari Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla agar pembangunan jangan berfokus di pulau Jawa namun merata diseluruh wilayah Indonesia.
“Saya sangat sering berpergian mengunjungi daerah-daerah wilayah Indonesia bagian timur karna ingin secepatnya dibangun,” ujarnya dihadapan para Camat, Kepala Desa, Mosalaki, guru dan ratusan siswa SMAN Detusoko Kabupaten Ende, Senin (25/03/2019).

Ia menjelaskan pada pertengahan Tahun 2019 ini pembangunan bidang telekomunikasi di Indonesia bagian timur khususnya Papua dan Papua Barat dan provinsi lainnya selesai. Rudiantara menambahkan pembangunan di Papua dan Papua Barat tidak mudah karna topografinya yang sulit dijangkau sehingga transportasi yang digunakan harus dengan helikopter namun sudah 28 tower yang dibangun diatas permukaan gunung.

Sementara Andreas Pareira dalam sambutannya menekankan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sudah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat juga kemajuan suatu daerah terutama di Flores ini. Ia juga menyampaikan bahwa jaringan sinyal dan akses internet merupakan elemen votal dalam berkomunikasi. Seperti mobil, sebagus apapun mobil, bila tidak ada bensin mobil tersebut hanya menjadi pajangan, begitu juga dengan handphone, tanpa jaringan sinyal ataupun internet. Hal inilah yang mendorong bahwa dalam penentuan lokasi-lokasi yang akan dibangun AKses Internet dan Tower BTS lebih diutamakan pada instansi kesehatan seperti Puskesmas juga instansi Pendidikan seperti Sekolah. Andreas Pareira juga menekankan bahwa jaringan telekomunikasi dan akses internet tidak memiliki agama, ras, dan partai politik, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Andreas Pareira berharap dengan diadakannya seminar ini sekaligus kunjungan Menkominfo semakin menegaskan komitmen Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan secara merata. Bahwa kedepannya dalam aspek telekomunikasi, NTT tidak akan lagi mengalamai kesulitan jaringan telekomunikasi dan akses internet.

Laporan : Nikolaus Tari

Tinggalkan Balasan