Headline Nasional

Jumat, 14 Juni 2019 - 22:22 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Penyembelihan satu ekor kerbau sebagai tanda kesepakatan Perbatasan Matim-Ngada dan simbol perdamaian (Ist)

Penyembelihan satu ekor kerbau sebagai tanda kesepakatan Perbatasan Matim-Ngada dan simbol perdamaian (Ist)

Darah Kerbau Direciki Pada Pilar – Pilar Penanda Batas Manggarai Timur – Ngada

Floreseditorial.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) hari ini Jumad (14 Juni 2019) memasang Pilar Penanda di titik kordinat 5 yang selanjutnya akan ditanam pilar perbatasan di 37 titik kordinat lainnya oleh Kemendagri RI tahun 2020 mendatang.

Kedatangan gubernur NTT ini adalah puncak penyelesaian perselisihan perbatasan antara kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada yang sudah berlangsung berlangsung selama 46 tahun.

Pantauan Floreseditorial.com, acara dipusatkan di Area Buntal dan perbatasan Ngada dengan ditandai oleh ritus budaya penyembelihan kerbau, babi dan ayam dimana darah babi dan kerbau direciki di pilar pilar penanda batas.

Secara simbolis, gubernur NTT memegang pedang yang akan digunakan untuk menyembelih Kerbau (Ist)

Gubernur Viktor yang didampingi oleh Bupati Ngada, Bupati Manggarai Timur, Forkompimda kedua Kabupaten, Ketua dan Wakil Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Ngada, tokoh – tokoh masyarakat dari kedua Kabupaten menanam pohon beringin perbatasan sebagai simbol perdamaian.

Loading...

Dalam sambutannya Gubernur Viktor mendorong masyarakat di daerah perbatasan tersebut untuk tidak lagi berbicara perbedaan dan konflik tetapi berbicara tentang pembangunan ke depannya.

“Mulai hari ini kita membangun wilayah ini. Pemerintah Provinsi NTT akan menyiapkan 100 milyar untuk membangun wilayah ini,” kata Viktor Laiskodat.

Selain itu, kata Gubernur NTT, pemerintah akan meningkatkan kualitas jalan yang ada, membangun sarana telekomunik√°si dan sebagainya.

“Wilayah ini sangat kaya dan indah. Sepanjang jalan saya terkagum-kagum melihat daerah ini. Kita harus segera membangun wilayah ini utk anak cucu kita ke depan,” tuturnya.

Kita, kata VBL, harus bersatu untuk membangun daerah ini.

“Coba kita lihat Jerman. Dulu mereka batasi Jerman Timur dan Jerman Barat bukan dengan pilar kecil seperti ini tetapi dengan membangun Tembok tinggi dan panjang yg dikenal dengan Tembok Berlin. Tapi dalam perjalanan sejarah mereka merobohkannya karena merasa tembok tersebut menghancurkan persaudaraan di antara mereka dan membuat mereka tidak maju. Hari ini juga, kita merajut persaudaraan dan mulai membangun wilayah ini. Saya berbangga karena hari ini saya ikut menoreh sejarah untuk memulai membangun wilayah ini, mengakhiri semua perbedaan dan konflik,” tandasnya.

VBL pun mengetahui bahawa akan banyak pandangan beragam terkait wilayah perbatasan.

“Saya tahu pasti hari ini begitu banyak komentar tentang wilayah perbatasan ini. Biarkan mereka berpendapat. Tetapi sebagai Gubernur saya harus memecahkan persoalan yang sudah berlangsung lama,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendagri RI, Bupati dari kedua Kabupaten, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait lainnya.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 251 kali

Baca Lainnya