Nasional

Kamis, 8 Agustus 2019 - 08:18 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar usai acara diskusi bertajuk Dwifungsi Disfungsi TNI di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta Pusat (Foto:Kompas)

Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar usai acara diskusi bertajuk Dwifungsi Disfungsi TNI di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta Pusat (Foto:Kompas)

Pegiat HAM Tergerak Bantu Masyarakat Pulau Komodo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Rencana Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang akan menutup sekaligus memindahkan masyarakat asli Pulau komodo terus menuai penolakan.

Puluhan elemen masyarakat Manggarai Barat bergerak serentak menolak rencana VBL tersebut.
Usaha Masyarakat pulau komodo bersama berberbagsi element seperti LSM, kelompok pariwisata dan gerakan pemuda terus diupayakan untuk menolak kebijakan kader partai NasDem itu.

Setelah sebelumnya pada tanggal 18/7/2019 lalu, masyarakat melakukan aksi demonstrasi hingga berujung digelarnya RDP bersama DPRD Mabar, Bupati dan BTNK. Salain itu mereka juga telah menemui dirjen KSDAE di Jakarta hingga meminta dukungan kepada sejumlah kalangan termasuk para aktivis HAM di Jakarta.

Haris Azhar, pengacara sekaligus aktivis HAM di Jakarta dikabarkan bersedia membantu masyarakat Komodo hadapi rencana relokasi masyarakat Komodo oleh gubernur NTT.

Hal itu ia sampaikan saat perwakilan warga komodo menyambanginya pada minggu 4 agustus 2019 di kekini, ruang belajar bersama di Cikini.

Menurutnya, keberadaan masyarakat dalam kawasan sudah diatur dalam regulasi, apalagi keberadaan mereka sudah ada jauh sebelum Negara terbentuk.

“Kita akan pelajari kasusnya dan secepatnya kita akan lakukan apa yang mesti dilakukan,” ujarnya

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 546 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya