Nasional

Rabu, 11 September 2019 - 12:03 WIB

4 hari yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Selain THL, Banyak Guru dan Aparat Desa Diduga Nyambi Wartawan

Floreseditorial.com – Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Dalam menjaga independensi, wartawan ataupun kontributor media diharapkan untuk tidak rangkap profesi. Hal ini bertujuan untuk menghindari masuknya kepentingan korporasi atau golongan dalam setiap pemberitaan.

Hasil investigasi Aliansi Jurnalis Online (AJO) kabupaten Manggarai, ditemukan banyak kontributor maupun wartawan aktif yang juga bekerja di berbagai instansi lainnya.

“Banyak wartawan yang juga menjadi guru honor, perangkat desa Manager BumDes dan lainnya, ini tidak dibolehkan, karena berpotensi memiliki Keberpihakan ataupun sudut pandang yang tidak netral dalam setiap pemberitaan,” kata Ketua Ronald Tarsan, ketua Aliansi Jurnalis Online kabupaten Manggarai, Rabu (11/09).

Khusus yang masih aktif mengabdi di berbagai instansi, Ronal mendesak agar pimpinan OPD tersebut untuk segera menonaktifkan mereka dari tugas kedinasannya.

“Biarkan dia menjadi Jurnalis secara murni, demikian pula sebaliknya, bagi jurnalis yang masih ingin mengabdi di instansi tertentu, diharapkan untuk segera menggantung kartu persnya dan mengundurkan diri dari tugas jurnalistik,” jelas Ronald.

Ia menjelaskan bahwa, pihaknya akan terus melakukan investigasi terhadap setiap Jurnalis yang merangkap jabatan di kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya sering menemui guru honorer datang meliput dan meninggalkan tugas pokok sebagai guru. Ini bisa berdampak terhadap kulitas peserta didik, bahkan, menemui pejabat publik untuk melakukan wawancara tanpa legalitas yang jelas,” kata Ronald.

Jadi wartawan, kata Ronald melanjutkan, bukan untuk mengamankan kepentingan korporasi tertentu.

“Saya tegaskan itu tidak boleh. Saya minta para pimpinan OPD untuk segera menonaktifkan mereka yang masih nyambi jurnalis. Kalau mau jadi Jurnalis ya Jurnalis, atau kalau mau jadi pegawai di instansi tertentu silahkan, jangan menyandang dua profesi sekaligus, apalagi sebagai wartawan,” tukas Ronald.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 402 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya