Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Manggarai Timur News

Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:09 WIB

2 bulan yang lalu

logo

BPD NTT Kantor Pusat (Foto: net)

BPD NTT Kantor Pusat (Foto: net)

1,2 M Dana JPS Covid-19 Warga KMT ‘Mengendap’ di Bank NTT

Borong, floreseditorial.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (KMT) telah mengalokasikan anggaran Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Covid-19 sebesar Rp 4.210.000.000 (empat miliar dua ratus sepuluh juta rupiah) yang diperuntukkan bagi 4.210 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Manggarai Timur.

Sayangnya, tidak semua dana tersebut diterima KPM. Pihak Manajemen Bank BPD NTT menahan sekitar Rp 1,2 miliar dari dana tersebut untuk kepentingan pembuatan nomor rekening penerima dana tersebut.

Data yang dihimpun FEC Media, jumlah penerima dana JPS Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 4.210 orang. Dana yang disalurkan tersebut, berusumber dari dua pos anggaran yakni APBD Kabupaten Manggarai Timur dan APBD Provinsi NTT.

Pemda Kabupaten Manggarai Timur menyalurkan bantuan untuk jatah bulan Juni dan September, dalam bentuk uang senilai Rp 1 juta per KPM. Sementara, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan serupa untuk jatah bulan Juli dan Agustus, dalam bentuk beras sebanyak 60 Kg dan uang senilai Rp 300 ribu.

Untuk kepentingan administrasi pembuatan rekening di Bank NTT, bank menahan bantuan tersebut sebesar Rp 300 ribu per KPM dengan dalil agar rekening penerima bantuan tetap aktif.

Dari jumlah KPM tersebut, sebanyak Rp 1.263.000.000 (satu miliar dua ratus enam puluh tiga juta rupiah) dana JPS Covid-19 ‘mengendap’ di bank tersebut.

Kepala Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Muhammad Tahir, saat ditemui FEC Media di ruang kerjanya, menjelaskan, manajemen bank membutuhkan rekening nasabah agar bisa menyalurkan bantuan tersebut.

“Ya, memang seperti itu. Harus ada uang di dalam rekening agar rekening tersebut tetap aktif,” kata Nurchalis, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya, bank tidak bisa memproses penyaluran dana tersebut jika penerima dana tidak memiliki rekening di bank.

“Supaya rekening bank tetap aktif dan tidak menjadi rekening sampah. Selain itu, saat penyaluran dana tahap berikutnya, penerima bisa mengambil bantuannya di rekening tersebut,” tandasnya.

Meski demikian, Kepala Bank NTT Cabang Borong itu mempersilahkan KPM mengambil sisa dana yang ada di rekening.

“Kapan saja mau diambil, itu adalah hak nasabah,” kata Kepala BPD NTT Cabang Borong itu.

Untuk diketahui, Bank Pembangunan Daerah NTT (BPD NTT) Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur diduga ‘sunat’ dana Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Covid-19 milik 465 warga di Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Dana yang dipangkas sepihak oleh BPD NTT Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur itu sebesar Rp 300 ribu per penerima dana tersebut.

Naasnya, ditengah pandemi covid-19 yang terus memporak-porandakan ekonomi, warga justru ‘dipaksa’ membuka rekening di bank tersebut dan membiarkan sebagian uang bantuan tersebut mengendap di bank.

Data yang dihimpun FEC Media, saat hendak mengambil dana dengan total sebesar Rp 1 juta itu, pada Selasa (25/8/2020), masyarakat diminta membawa serta Fotocopy KTP, Fotocopy Kartu Keluarga dan materai 6000 untuk membuka rekening di Bank BPD.

“Data itu kami bawa ke Kantor Lurah Ranaloba, lalu petugas Bank BPD membuka rekening atas nama kami,” kata salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan saat ditemui media ini pada Rabu (26/8/2020).

Usai membuka rekening, kata Dia, dari dana sebesar Rp 1 juta yang tertera di dalam buku rekening, penerima cuma diperbolehkan mengambil dana tersebut sebesar Rp 700 ribu.

“Padahal kami ini sedang susah, Pak. Kenapa Bank BPD justru tahan uang kami. Jangan paksa rakyat buka rekening dari dana covid-19, rakyat lagi susah dan butuh bantuan langsung dari pemerintah, belum butuh buka rekening baru,” tandasnya.

Ludovikus Kompassono, Ketua RT 12 Kelurahan Ranaloba, membenarkan perihal pemangkasan dana covid-19 milik ratusan warga di Kelurahan Ranaloba.

“Betul sekali, termasuk saya punya juga BPD tahan Rp 300 ribu,” kata Ludovikus.

Menurutnya, dirinya sempat melakukan protes atas dana bantuan sosial yang disunat pihak bank.

“Saya sempat sampaikan ke petugas bank di Kantor Lurah kemarin, saya bilang, ‘Ibu, saya tidak mau buka rekening, tapi kenapa kami tiba-tiba disuruh bawa meterai dan itu ini untuk buka rekening, lalu dana kami dibiarkan mengendap, padahal ini bantuan langsung yang harus diterima masyarakat secara langsung, tidak perlu lewat bank, lalu sebagian uangnya dibiarkan mengendap di dalam, kami ini lagi susah’,” tutur Ludovikus.

Senada, disampaikan Valens Wea, seorang Ketua RT di Kelurahan Kota Ndora yang juga merupakan penerima bantuan dana covid-19, menjelaskan, pihak Bank BPD NTT Cabang Borong juga menyunat dana bantuan milik beberapa warga di wilayahnya.

“Warga cuma terima Rp 700 ribu, sementara sisa Rp 300 ribu masih di rekening,” kata Valens singkat saat dihubungi media ini pada Rabu (26/8/2020) petang. (*)

Artikel ini telah dibaca 277 kali

Baca Lainnya
x