Aktivis Ende Aksi Menolak Kriminalisasi Aktivis ANTRA Rote (Foto: TeamYPF)

Floreseditorial.com – Ende, Aktivis Ende di Taman Renungan Sukarno Senin sore, (11/2/2019) melaksanakan aksi seribu lilin untuk aktivis ANTRA RI Yunus Pane di Rote Ndao yang sekarang sedang masa persidangan di pengadilan Rote karena perjuangan kasus korupsi.

kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua AMAN, direktur PUSAM, puluhan aktivis, simpatisan yang peduli dengan korupsi dan beberapa awak media yang sempat hadir.

Kepada media ini, kordinator aksi Marianus Laka, mengatakan bahwa aksi seribu lilin sebagai bentuk penolakan terhadap kriminalisasi aktivis ANTRA di Kabupaten Rote Ndao.

Berdasar informasi yang didapatkan oleh media ini, bahwa menurut Marianus, aktivis ANTRA RI Yunus Pane dan kawan-kawan sekarang ini sementara masa tahanan di Pengadilan Negri Rote Ndao untuk disidangkan.

“Aksi seribu lilin aktivis Ende sebagai bentuk protes terhadap Pengadilan Negri Rote Ndao, agar Yunus Pane dan kawan-kawan yang menyuarakan korupsi di Kabupaten Rote Ndao segera dibebaskan dari hukuman apa pun”

Ia menuturkan, bahwa ketika ada tindakan hukuman terhadap aktivis, secara tidak langsung Negeri ini sedang membiarkan koruptor meraja lela.

Sedangkan direktur LSM Pusat Advokasi Masyarakat (PUSAM) Kab. Ende Kasimirus Bara Beri,S.H, mengatakan bahwa Ende merupakan rahim lahirnya pancasila. Seribu lilin dari aktivis Ende menunjukan kepada RI bahwa Korupsi sebenarnya musuh kita bersama.

Suara kritis para aktivis dalam memperjuangkan misi pemberatasan korupsi tidak boleh dibungkam.

“Kajadian kriminalisasi terhadap aktivis ANTRA di Kab. Rote Ndao dalam menyuarakan korupsi menurutnya, tidak diperbolehkan hukum membatasi suara kritis demi kesejahteraan bersama” tegas Kasimirus.

Ia menyampaikan, soal korupsi harus di musnahkan dari republik ini karena itu yang menjadi tindakan rakus dari pejabat publik untuk kantong pribadi. Jangan takut tetap lawan korupsi.

Laporan : Nikolaus Tari

Komentar Anda?

Komentar Anda?