Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

News

Selasa, 15 September 2020 - 21:06 WIB

7 hari yang lalu

logo

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, saat mendengarkan pernyataan sikap yang disampaikan oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS)Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga sementara mendengarkan Pernyataan Sikap Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Senin (14/9/2020). (Foto: Yeremias Y. Sere)

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, saat mendengarkan pernyataan sikap yang disampaikan oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS)Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga sementara mendengarkan Pernyataan Sikap Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Senin (14/9/2020). (Foto: Yeremias Y. Sere)

AWAS Minta Bupati Sikka Copot Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka

Sikka, floreseditorial.com – Sejumlah awak media yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) meminta Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, mencopot jabatan Kepala Bagian (Kabag) Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka, Very Awales.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua AWAS, Ruben Suban Raya, ketika membaca Pernyataan Sikap AWAS dihadapan Bupati Sikka, di ruang kerjanya, Senin (14/9/2020).

AWAS menyampaikan Pernyataan Sikap tersebut lantaran kecewa dengan sikap, Very Awales, yang berlagak sebagai jurnalis, menulis berita klarifikasi pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, terkait kasus ubi hutan beracun (ondo).

“Kami dari Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menyesalkan tindakan Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka, Very Awales. Keberadaannya sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Sikka, melukai kemitraan pers dan pemerintah,” tegas Ruben saat membacakan Pernyataan Sikap tersebut.

Menurutnya, Very Awales, tidak tepat untuk menulis klarifikasi terkait kasus tersebut, karena sebelumnya, pemerintah tidak pernah menulis tentang kasus itu. Selain itu, Ruben, mengaku kecewa karena klarifikasi dari pemerintah yang ditulis, Very Awales, tidak berdasar. Ada beberapa poin klarifikasi tidak mengacu pada substansi pemberitaan media yang dari awal mengawal kasus tersebut.

Dikatakannya, selain menyalahi tupoksinya sebagai Juru Bicara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Very Awales, juga berlaku tidak etis dan terkesan mengadu domba teman-teman pers di Kabupaten Sikka. AWAS menilai sikap, Very Awales, tidak lebih dari seorang ‘juru bantah’ ketimbang seorang ‘juru bicara’.

“Sudahlah. Mungkin saudara, Very Awales, tak cermat membaca berita. Ataukah mau menjadi juru selamat?,” ungkapnya.

Selain itu, AWAS menilai, tidak elok juga seorang, Very Awales, bertubi-tubi mengirimkan sejumlah sticker saat meladeni diskusi bersama awak media di grup WhatsApp.

“Perilaku ini bisa melahirkan gelar/jabatan baru pada figur seorang, Very Awales, yakni sebagai ‘Kabag Sticker’. Jika demikian, apakah pemerintah yang Ia wakilkan adalah ‘Pemerintah Sticker’?,” ujarnya.

Bupati Sikka, Robi Idong, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada AWAS atas informasi yang diberikan. Ia berjanji akan menindaklanjuti hal itu.

Ia menegaskan, tugas kehumasan di tubuh pemerintah bertujuan untuk mengendalikan opini publik. Di kesempatan yang sama, Ia mencurahkan isi hatinya terkait pemberitaan berbagai media yang terus-menerus mengkritik pemerintahannya.

Tuntutan para awak media yang tergabung dalam AWAS tersebut, didengar oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat itu hendak mengikuti Rapat Koordinasi bersama Bupati dan Wakil Bupati Sikka. Sementara itu, Very Awales, tidak berada di tempat itu. Ia baru saja datang setelah para awak media meninggalkan ruang kerja Bupati Sikka. (ric)

Artikel ini telah dibaca 189 kali

Baca Lainnya
x