Simulasi penangkapan terhadap pelaku yang telah membawa Bahan Peledak atau Bom saat melakukan cek-in di Bandara HJ. Hasan Aroebusman Ende. (Foto:TeamYPF)

Ende-Floreseditorial.com. Seorang Pelaku pembawa bom dikabarkan berhasil ditangkap oleh polisi karena telah membawa bahan peledak atau Bom di  Bandar Udara HJ Hasan Aroebusman Ende.

Pelaku pembawa Bahan Peledak itu tertangkap saat hendak melakukan cek-in di Bandara HJ. Hasan Aroebusman Ende. Pada kamis (15/6) pagi.

Kejadian tersebut berawal ketika seorang penumpang yang hendak melakukan check-in di bandara HJ Hasan Aroebusman Ende pada kamis (15/6) pagi. namun petugas bandara menemukan benda yang diduga bahan peledak, dalam koper pelaku.

http://www.floreseditorial.com/bupati-tote-bingung-cari-penggantinya/

” Ketika exray atau alat detektif membaca bahwa ada penemuan bahan peledak, petugas bandara langsung melaporkan kepada pihak KP3 atau polisi yang bertugas di bandara,”kata Brigadir Polisi, Aldo Netra, selaku Pelatih Operator Satu Penjinakan Bom Kompi 3 Ende ketika dihubungi kamis (15/6) pagi.

pasca kejadian itu, kata Aldo, KP3 melaporkan ke Polres Ende, “lalu pihak polres menindaklanjuti untuk menyampaikan kepada Kompi B atau satuan brimob Ende,”tambahnya.

Mendengar laporan itu, sambung Aldo, Anggota Satuan Brimob Kompi B langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi bandara HJ. Hasan Aroebusman Ende.

“Dari hasil observasi di TKP di x-ray ternyata benda itu sudah memiliki empat unsur karena kategoti satu bom itu memiliki empat unsur diantaranya ada piest, power, inisiator, inklusif dan ada pula swit, dan setelah dianalisa bahwa itu murni adalah bom,”terang Aldo.

Usai pemeriksaan, kata Aldo, Pihaknya melaporkan kembali kepada komandan Kompi Brimob, kemudian komdan kompi B memerintahkan untuk membaca kembali switnya.

“hal itu dilakukan dengan maksud agar bisa mengetahui jenis bom tersebut, setelah dilakukan pembacaan pada swit ternyata jenis bom tersebut adalah timer,”imbuhnya.

http://www.floreseditorial.com/portal-berita-ypf-siap-berbagi-informasi-lewat-bbm-chalnel/

Setelah itu, terang Aldo, tim satuan Brimob kompi B, langsung melakukan evakuasi. Karena waktu endapnya hanya berada pada kisaran waktu 15 menit.

Namun apabila hasil pembacaan pada switnya ternyata anti angkat, “maka kami akan melakukan disposal ditempat, Tetapi karena, jenis bom ini adalah jenis timer maka untuk mengurangi kerugian material pasca ledakan,”katanya.

Maka dalam waktu singkat, tim satuan Kompi B Brimob Ende langsung melakukan evakuasi terhadap pelaku keluar areal bandara.

“Sesuai dengan prosedur SOP semua unsur kami sudah jalani dan bahan peledak yang digunakan untuk diledakan masih dalam kategori low ekplos,”terang Aldo.

Aldo juga mengatakan bahan peledak tersebut  tidak terlalu membahayakan para, untuk  mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya  melakukan deteksi dan sterilisasi di seluruh area bandara Ende.

Hal itu, kata Aldo, dilakukan dengan maksud agar tidak sampai ada sebagian bahan lain yang sempat lolos dari x-ray atau alat deteksi bandara guna sterilisasi dan deteksi lanjutan.

http://www.floreseditorial.com/polres-ende-ringkus-dua-pelaku-begal/

Kejadian tersebut merupakan serangkaian  kegiatan Simulasi penangkapan terhadap pelaku pembawa Bom di Bandara Ende kamis pagi.

 

Kepala Bandar Udara HJ Hasan Aroebusman Ende, Fuaddani, mengatakan sebelum menjalankan kegiatan simulasi tersebut tentu pihaknya telah mengikuti prosedur yang ada dan tetap pada prinsipnya.

“merujuk pada Undang-Undang No 01 tahun 2009 tentang penerbangan dan di situlah kita melaksanakan unsur mengenai keamanan bandar udara,”kata Fuaddani di Bandara HJ Aroebusman Ende.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. “adapun skenario kami sudah direncanakan selama waktu latihan,”imbuhnya.

Dikatakannya, skenario simulasi tersebut diprediksi ada calon penumpang sedang membawa bom ke bandara dan dibaca oleh x-ray bandara.

“Skenario, tahapannya langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan. Bahwa ada temuan sebuah bom dibandara HJ Hasan Aroebusman,”terangnya.

Namun setelah dilakukannya pemeriksaan, kata dia,  ternyata bom tersebut tidak bisa dijinakan dan harus diledakan diluar diluar area bandara.

“syukur bahwa kegiatan simulasi ini berjalan baik dan tidak ada kendala sehingga target bisa tercapai dengan baik,”.demikian Fuaddani.*** (Rian.FE)

Komentar Anda?