Headline News

Rabu, 29 Mei 2019 - 12:24 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Sejumlah guru - guru honorer 
yang mengabdi di sejumlah sekolah sewasta di kabupaten Manggarai Timur mendatangi dinas PK untuk meminta kejelasan terkait honor mereka selama lima bulan terakhir (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Sejumlah guru - guru honorer yang mengabdi di sejumlah sekolah sewasta di kabupaten Manggarai Timur mendatangi dinas PK untuk meminta kejelasan terkait honor mereka selama lima bulan terakhir (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Belum Terima Honor, Guru – Guru Datangi Dinas PK Matim

Floreseditorial.com, Borong – Guru – guru honorer di kabupaten Manggarai Timur yang mengabdi di SD dan SMP sewasta di Kabupaten tersebut hingga kini belum menerima honor.

Pantauan media, Rabu (29/05/2019), sejumlah guru – guru honorer yang mengabdi disejumlah sekolah sewasta di kabupaten tersebut mendatangi kantor dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Manggarai Timur untuk meminta kejelasan terkait upah mereka.

“Pak, kami ini sudah lima bulan tidak terima gaji, bagaimana nasib kami ini,” kata salah seorang guru yang enggan namanya dimediakan itu.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur dapat memikirkan nasib mereka para guru honorer yang kini mengabdi di berbagai sekolah sewasta di kabupaten tersebut.

Loading...

Menjawab hal ini, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Manggarai Timur Basilius Teto kepada media menjelaskan bahwa hal ini seiring dengan berlakunya Permendagri nomor 12 tahun 2017 tentang UPTD satuan pendidikan formal dan non formal dan permendikbud nomor 1 tahun 2018 tentang juknis Bos bagi SD dan SMP swasta yang tidak boleh memakai dana daerah.

“Artinya memang ini bukan kemauan Pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur, tetapi karena aturan yang berlaku secara nasional,” kata Teto, Rabu (29/05/2019).

Namun menurut Teto, pihaknya kini tengah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan yayasan – yayasan naungan sekolah sekolah swasta tersebut.

“Kita masih menjalin komunikasi dengan yayasan – yayasan naungan sekolah sekolah swasta tersebut untuk menemukan solusinya,” tukas Basilius Teto.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 374 kali

Baca Lainnya