News

Senin, 15 Juli 2019 - 07:35 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Frater Tian saat menjajakan ikannya pada para pelanggan (Foto:Dony Pareira)

Frater Tian saat menjajakan ikannya pada para pelanggan (Foto:Dony Pareira)

Dikenal Sebagai Penjual Ikan, Frater Tian Tembot: Anak Muda Jangan Gengsi

Floreseditorial.com – Sosok biarawan muda dan tampan asal Macang Tanggar Kecamatan Komodo kabupaten Manggarai Barat kini menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan di media sosial setelah dihebohkan oleh postingan akun milik Doni Pareira. Dalam postingannya, Doni Pareira mengungkapkan kebanggaannya dengan sosok biarawan muda tersebut karena semangat dan niatnya yang tulus untuk membantu ekonomi keluarga dengan menjual ikan. 

“Saya bangga dengan anak ini (red: Tian Tembot). Dia adalah seorang Frater. Dia mengisi waktu liburannya dengan menjual ikan dari kampung ke kampung menggunakan sepeda motor milik abangnya. Setiap hari dia bangun jam 04.00 pagi dan menempuh perjalanan selama satu jam hanya untuk membeli ikan di Labuan Bajo sebelum dijual di kampung-kampung”, tulis Doni Pareira.
Postingan Doni Parera ini pun rupanya mengundang pujian dan juga decak kagum bagi para pengguna sosmed. Hal ini nampak dari komentar yang dikeluarkan oleh akun bernama ‘Bintang Bbd’ pada kolom komemtar dari postingan yang ada.
Dalam komentarnya, dituliskan ucapan terima kasih kepada Tian Tembot yang telah memberikan contoh yang baik bagi banyak orang melalui kerja nyata.

Anak muda Jangan Gengsi

Dihubungi secara terpisah oleh wartawan media ini, Tian Tembot mengatakan bahwa dirinya merasa senang ketika banyak orang mengetahui dan mengenalnya sebagai biarawan penjual ikan sambil berharap bahwa apa yang dilakukannya bisa menginspirasi banyak anak muda lainnya biar tidak gengsi dalam bekerja. 

“Saya merasa senang saja ketika banyak orang mengenal dan membanggakan saya seperti itu. Dan berharap akan menjadi bahan pelajaran berharga bagi anak muda lainnya biar tidak gengsi dalam bekerja”, kata Tian Tembot.

Sekolah tinggi-tinggi, masih kata Tian Tembot, bukan berarti harus gengsi dan malu ketika kembali ke masyarakat dan dihadapkan dengan pekerjaan seperti ini. 
Sebuah pekerjaan, lanjutnya, apapun jenisnya mesti dikerjakan dengan sepenuh hati. Di dalamnya kita pun bisa belajar bagaimana susahnya orang tua kita mencari sesuap nasi. 

“Saya berharap bahwa apa yang saya lakukan dan yang diberitakan bisa menginspirasi banyak anak muda lainnya biar tidak malu dan gengsi dalam bekerja. Ingat, kesuksesan tidak selamanya datang dari pekerjaan-pekerjaan besar. Sebaliknya, kesuksesan itu datang dari pekerjaan-pekerjaan kecil”, tutup Tian Tembot.

Tantangan Menjadi Penjual Ikan

Setiap pekerjaan tentu mempunyai tantangannya sendiri. Dan hal itu melekat dalam setiap pribadi manusia yang hidup di muka bumi. Namun, dalam mengahadapi tantangan tersebut, setiap pribadi manusia tentinya mesti banyak bersabar yang dibarengi dengan kayakinan bahwa tak ada tantangan yang tak bisa diatasi. Bagi Tian Tembot sendiri tantangan terbesar yang ia hadapi selama menjadi penjual ikan adalah soal infrastruktur, seperti jalan. Dari pengakuannya, Tian Tembot menjelaskan tantangan terbesar yang mesti ia lewati setiap hari adalah soal jalan yang rusak. Setiap hati, kata Tian Tembot, dirinya mesti melewati dua kali besar dan juga badan jalan yang nampaknya rusak parah.
“Setiap hari saya bangun jam empat untuk mendapatkan ikan di Labuan Bajo. Dan untuk sampai ke sana saya harus melewati dua kali besar yang hingga kini belum dibuatkan jembatan”, kata Tian Tembotm

Namun demikian, masih kata Tian Tembot, pelajaran penting yang saya dapatkan selama ini adalah tentang artinya kerja keras.
“Hidup ini rupanya keras. Dan kita pun dituntut untuk bekerja keras. Hal itu saya pelajari selama menjual ikan”, tegas Tian Tembot.

Karena itu, lanjutnya, Tian Tembot menitipkan salamnya bagi pemerintah Manggarai Barat untuk bisa memperhatilan infrastuktur yang ada di Manggarai Barat pada umumnya, dan lebih khususnya juga di daerah translok Macang Tanggar kecamatan Komodo.

“Saya berharap agar pemerintah Manggarai Barat bisa memperhatikan infrastruktur yang ada di Manggarai Barat, khususnya di daerah translok desa Macang Tanggar kecamatan Komodo”, lanjut Tian Tembot.

Gusti Dula: Saya Cek Dulu

Dihubungi secara terpisah via Whatsapp terkait titipan kerinduan dari Tian Tembot, Orang nomor satu di Kabupaten Manggarai Barat, Gusti Dula menulis soal infrstruktur sebagaimana yang dirindukan, saya mesti mengeceknya dulu karena alokasi dana dan proyek yang nampaknya sulit untuk diikuti dengan cermat.

“Nanti saya cek dulu karena alokasi dana dan proyek sulit saya ikuti dengan cermat. Terlalu banyak”, tulis Gusti Dula

Menurut informasi yang dihimpun oleh wartawan media ini, Tian Tembot saat ini masih menjalani studi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Dan ia bergabung sebagai anggota komunitas biara Scalabrinian Maumere.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 706 kali

Baca Lainnya