Manggarai Timur News

Jumat, 25 Oktober 2019 - 18:22 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Ruas Jalan Benteng Jawa- Wae Naong Rusak Parah setelah satu unit excavator melintas di kawasan tersebut (Foto; TeamYPF/Yopie Moon)

Ruas Jalan Benteng Jawa- Wae Naong Rusak Parah setelah satu unit excavator melintas di kawasan tersebut (Foto; TeamYPF/Yopie Moon)

Dilintasi Excavator, Jalan Benteng Jawa – Wae Naong Rusak Parah

Floreseditorial.com, Borong – Ruas jalan yang menghubungkan Wae Naong menuju Benteng Jawa, Ibu Kota Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur megalami kerusakan parah, akibat dilintasi alat berat jenis eksavator.

Pantauan media ini dilokasi pada, Jumat (25/10), terlihat kerusakan tersebut hampir disepanjang jalan menuju Ibu Kota Kecamatan Lamba Leda. Seperti, di Waebuka, di persimpangan Lando-Benteng Jawa dan juga di depan Puskesmas Benteng Jawa. 

Tampak aspal pada bagian bahu jalan sudah terkelupas. Hingga batu krikil dan pecahan aspal pun berserakan di badan jalan. Semua titik kerusakan tersebut tepatnya di wilayah Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda.

Warga sekitar, JW kepada wartawan mengatakan bahwa, alat berat jenis eksavator tersebut, melintasi jalan itu tanpa menggunakan roda pengaman maksimal. 

Ia mengatakan, pada bagian badan jalan material aspal sudah terkelupas bekas roda alat berat. Bahkan, kondisi kerusakan jalan semakin parah lantaran kerikil berserakan di badan jalan.

“Pak alat berat yang merusak  jalan ini lewat tadi malam sekitar pkl 12.35. Lihat sendiri pak. Sudah rusak. Ini mungkin tidak mengguna roda pengaman. Sebenarnyanya sih harus pake roda pengaman. Supaya tidak rusak,” keluh JW saat diwawancarai wartawan di lokasi itu pada Selasa 22 Oktober 2019.

Sementara itu, pengguna jalan DJ menegaskan kepada pemerintah Kabupaten ManggarainTimur melalui Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kerusakan jalan itu. 

Kerusakan jalan itu, diketahui DJ, saai dirinya tengah melintasi ruas jalan tersebut.

“Ini pak jalan sudah rusak, Tolong pak beritakan. Dan sampaikan ke Dinas terkait. Dan harus ditindak lanjut. Bila perlu nanti kalau dia salah harus diproses secara hukum. Kasian kan aset daerah ini. Harus diproses ini,” tandas DJ saat ditemui wartawan dilokasi itu.

Dikonfirmasikan terpisah, Kepala Desa Lamba Keli, Ferdi Budiman mengaku bahwa, eksavator tersebut, dipakai oleh Pemerintah Desa Lamba Keli. Saat melakukan penggusuran ruas jalan di wilayah Desa itu. 

“Itu eksavator saya yang pake kemarin. Sebelum exsavator itu pergi menuju Benteng Jawa. Pemiliknya orang dari ruteng. Saya lupa nama pemiliknya. Tapi saya pake eksavator itu dari Bastian,” akui Kades Ferdi saat dihubungi wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil mengkonfirmasikan pemilik eksavator itu dan Dinas terkait.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 469 kali

Baca Lainnya
x