News

Minggu, 14 Juli 2019 - 12:36 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Motor yang dikendarai fr. Bona remuk usai Lakalantas terjadi (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Motor yang dikendarai fr. Bona remuk usai Lakalantas terjadi (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Frater Bona Kritis Usai Terlibat Lakalantas Saat Pulang Memberikan Ibadat di Stasi

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Kampung Daleng, Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (14/07).

Lakalantas maut tersebut terjadi antara kendaraan dumtruk bernomor Polisi EB 2445 G dengan satu unit sepeda motor berjenis Honda SupraX-125.

Menurut saksi mata, kejadian bermula saat dumtruck sedang balik arah ketika selesai mencuci di kali. Disaat bersamaan, Motor SupraX125 datang dari arah Timur dan langsung menghantam badan dumtruck.

Akibat kecelakaan ini, pengendara SupraX125, Bonaventura sempurna belum sadarkan diri.

Marselinus Ochan, sopir dumtruck kepada Floreseditorial.com menjelaskan bahwa, kejadi itu diluar dugaannya, karena saat memutar balikkan kendaraannya usai mencuci, dirinya melihat motor yang dikendarai Bonevantura masih cukup jauh.

“Jaraknya masih cukup jauh, sekitar 300Meter, saya pikir motor akan berhenti, ternyata tidak dia masih melaju hingga langsung menghantam bagi tengah mobil saya” ungkap pemuda yang biasa disapa wil itu.

Atas kejadian tersebut, dirinya pun bergegas untuk menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah puskesmas Wae Nakeng.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis puskesmas Wae Nakeng, korban diketahui mengalami patah kaki kanan dan memar di bagian kepala. Berhubung fasilitas puskesmas yang kurang lengkap korban direkomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit di Labuan Bajo.

Lakalantas Usai Ibadat di Salah Satu Satasi

Belakangan korban diketahui adalah seorang Frater. Setelah dikonfirmasi ke teman-temannya melalui nomor handphone. Korban diketahui berasal dari kampung Heak desa Golo Ndeweng.

Keluarga korban membenarkan bahwa korban adalah Frater. Menurut keluarga korban, saat itu calon imam Katolik itu tengah pulang memberi ibadat di salah satu stasi.

Masih jelas dalam ingatan kita bahwa beberapa minggu lalau masih dijalur yang sama terjadi lakalantas yang menelan korban seorang bocah kelas 5 SD.

Beberapa waktu sebelumnya juga kecelakaan tunggal terjadi dan memakan korban seorang remaja asal Desa Repi.

Dalam catatan Floreseditorial.com, sepanjang juli 2019, telah terjadi 4 kali kecelakaan dengan rincian 2 kali kecelakaan karena faktor kendaraan, yaitu dijalur dahot. Sedangkan 2 kecelakaan lainnya karena tabrakan dijalur lembor.

Dari kecelakaan ini, masing masing telah menelan korban Jiwa.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya
x