News

Rabu, 6 November 2019 - 18:38 WIB

6 hari yang lalu

logo

Bernadus Dandur, Kepala dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/IDE)

Bernadus Dandur, Kepala dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/IDE)

Geram! Kadis PKO Mabar Akan Pecat Robertus Hani, Oknum Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Pada Muridnya Sendiri

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Pelecehan seksual anak dibawah umur di lembaga pendidikan yang terjadi di kabupaten Manggarai Barat mendapat perhatian dari kepala dinas PKO Mabar.

Kepala dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat Bernadus Dandur Kepada media floreseditorial.com, mengecam keras tindakan asusila yang dilakukan oleh Robertus Hani, seorang guru komite di SDN Munting Renggeng, Kecamatan Macang Pacar.

“itu prilaku bejat yang tidak dapat dibenarkan secara akal sehat. Dia selaku guru semestinya memberikan teladan yang baik kepada masyarakat umum bukan malah mencela seperti ini”, kata kadis PKO Mabar Geram.

Menindaklanjuti kasus tersebut, ia akan mengirim surat kepada kepala SDN untuk mencabut SK Robertus guru peodofil itu.

“Satu dua hari kedepan akan saya kirim surat untuk pemberhentian mengajar kepada yang bersangkutan”,terangnya saat dijumpai oleh awak media di ruangan dinas PKO Mabar pada Selasa (5/11/2019).

Diapun berharap, agar pelaku mendapat hukuman yang berat agar dapat memberikan efek jera sehingga kasus keji seperti itu tidak terulang lagi terjadi di lembaga pendidikan.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang menimpa ASP, seorang siswi di SDN Munting Renggeng, kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian resort Manggarai Barat dengan nomor surat tanda penerimaan laporan STPL / 147 / XI / 2019 /NTT / Res Mabar.

Menanggapi laporan keluarga korban pelecehan, Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono SIK menyatakan akan menindak tegas Robertus Hani terduga pelaku pelecehan seksual pada anak dibawah umur sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Kita tindak tegas pelaku kasus pelecehan seperti ini. Tidak ada kata damai, tidak ada negosiasi”,tegasnya saat ditemui floreseditorial.com di ruangan kapolres Mabar pada Senin (4/11/2019) lalu.


Laporan : Ide

Artikel ini telah dibaca 2410 kali

Baca Lainnya
x