News

Kamis, 30 Mei 2019 - 18:55 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepolisian serta TNI Diminta Tegas Tangani Tenaga Kerja Ilegal

Floreseditorial.com, Kupang- Kasus keberangakatan tenaga kerja secara ilegal kembali terjadi pada hari Selasa, 28 Mei 2019 sekira pukul 04.30. Wita. Bertempat di depan pintu cek in Bandara El Tari, Petugas Satgas TKI mencekal Enam Belas (16) Calon Tenaga Kerja Ilegal Tujuan Pontianak dan Surabaya via Lion Air JT 0691.

Saat petugas menginterogasi, 11 calon tenaga kerja tersebut mengaku akan bekerja sebagai buruh di kelapa sawit di Pontianak. Sedangkan 5 orang calon tenaga kerja tujuan akhirnya Surabaya, di mana awalnya mengaku menghadiri pesta nikah, namun akhirnya mengaku mendapat tiket dari bos di Surabaya untuk bekerja di perusahaan di Surabaya.

Dikarenakan akan berangkat bekerja keluar NTT secara Ilegal (Nonprosedural), maka petugas Satgas Depnaker Ronny Bengngu, S.H dan Martha D Tallo, S.H memberikan pemahaman untuk bekerja secara resmi kemudian menunda keberangkatan ke-16 calon tenaga kerja tersebut .

Satgas dari TNI AU, Volkes Nanis, S.H, M.H, kepada media ini juga membenarkan penangkapan beberapa calon tenaga kerja ilegal yang berangkat tanpa melewati proses sebagaimana mestinya tersebut.

Menurut Volkes, hal ini seharusnya tidak perlu terjadi, jika para pekerja tersebut mengikuti aturan yang sudah dibuat pemerintah. Semua masyarakat punya hak yang sama untuk mencapai kesuksesan dalam hal ekonomi, namun jika ingin bekerja di luar daerah atau negara harus mengikuti alur administrasi yang resmi agar pemerintah bisa bertanggungjawab jika di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jika kita berangkat tanpa resmi alias ilegal maka sama dengan perbuatan melawan hukum. Jadi masyarakat harus kita tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”tegasnya.

Menanggapi persolan yang terus berulang tahun ini, Herry F. F. Battileo, SH, M.H meminta pemerintah provinsi dan pihak Kepolisian serta TNI khususnya Angkatan Udara agar lebih tegas menangani para TKI atau TKW ilegal.

Menurut Herry, kasus seperti ini harus dikawal dalam proses hukumnya sampai para pelaku perekrutan tenaga kerja ilegal benar masuk penjara.

“Ini sudah menipu masyarakat dari pedesaan dengan mengirimnya keluar dari NTT dengan iming – iming gaji besar, dan masyarakat NTT pada umumnya harus lebih proaktive dalam melihat persoalan pengiriman tenaga kerja ilegal untuk dilaporkan kepada pihak penegak hukum, apabila telah melapor maka ikuti perkembangannya, apakah sudah ditangani atau belum oleh pihak kepolisian,”tegas Pembina LBH Surya NTT ini.

Dirinya sebagai advokat berharap agar kasus seperti yang terjadi beberapa hari lalu ini tidak terulang kembali. Hal ini dikarenakan keadaan ekonomi masyarakat yang lemah tidak semestinya menyampingkan proses prosedur administrasi yang dibuat pemerintah.

Laporan: Wahyu

Artikel ini telah dibaca 460 kali

Baca Lainnya