Vitalis Henson, tewas di RSUD Manggarai usai terjatuh di atas Kontainer (Foto:Humas Polres Manggarai)

Floreseditorial.com, Ruteng – Meski sempat dilarang oleh petugas jaga malam Kapal Motor (KM) Maratus untuk tidak naik ke dalam kapal yang saat itu tengah berlabuh di pelabuhan Laut Reok, nyatanya Vitalis Henson (39) warga Sangari, kelurahan Wangkung Kecamatan Reok dan delapan orang kawan – kawannya tetap melawan arahan Petugas.

Mereka tetap masuk ke dalam kapal dengan cara memanjat melalui tali kapal yang saat itu tengah terikat di dermaga pelabuhan Reok pada Senin (11/03) untuk memancing ikan.

Budi Santosa (47), petugas jaga malam KM. Maratus menjelaskan bahwa dirinya telah berusaha melarang korban dan teman – temannya untuk naik ke kapal.

Bukannya mematuhi, mereka bahkan mengacam dan melawan arahan petugas.

“Kami hanya numpang mancing dikapal, kenapa kamu melarang, kami ini anak pribumi dan jangan melarang kami,” contoh Budi menirukan perkataan korban dan kawan-kawannya yang saat itu diduga tengah mabuk minuman keras.

Sesampai diatas kapal korban bersama 4 orang temanya langsung mengambil posisi mancing di bagian kiri kapal tepatnya di bagian derek kapal, sedangkan 4 orang teman lainnya berada di haluan kapal.

“Sekitar tiga puluh menit kemudian korban terjatuh ke dalam palkat kapal, tepatnya diatas kontainer,” tuturnya.

Melihat korban terjatuh, kawan – kawan korban berteriak meminta bantuan kepada ABK Kapal.

“Mendengar terikan tersebut kami langsung menuju tempat korban jatuh dan memanggil teman – teman korban yang lainnya untuk secara bersama – sama menolong korban,” ceritanya.

Teman korban Yance dan Sahdun langsung menggendong korban setelah korban diangkat menggunakan crane kapal.

“Setelah berada di luar kapal kawan korban langsung dibawa menuju ke Puskesmas Reok, namun karena minimnya Alkes di Puskesmas Reok korban di rujuk menuju RSUD Ruteng, namun sayang, nyawa korban tidak tertolong,” ceritanya.

Sementara Polsek Reo menjelaskan bahwa atas peristiwa naas tersebut, pihak agen KM. Maratus dan pihak keluarga telah bersepakat dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah bersama.

Laporan : Engkos Pahing

Tinggalkan Balasan