Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

Headline Manggarai News

Rabu, 16 September 2020 - 18:37 WIB

6 hari yang lalu

logo

Marselinus Gonsa (24), korban penikaman di Jl. Daeng Tata I, Kelurahan Tamallate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Ist)

Marselinus Gonsa (24), korban penikaman di Jl. Daeng Tata I, Kelurahan Tamallate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Ist)

Marsel Sempat Tersenyum, Meski Sudah Bersimbah Darah

Manggarai, floreseditorial.com – Peristiwa tragis yang menimpa, Marselinus Gonsa (24), korban penikaman di Jl. Daeng Tata I, Kelurahan Tamallate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sul-Sel) menyisahkan luka mendalam bagi keluarga besarnya di Rebuk, Dusun Watu Lemcung, RT.11, Desa Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepada floreseditorial.com, Kakak kandung korban, Florianus Takdir, mengaku, keluarga sangat terpukul setelah mengetahui peristiwa penikaman yang mengakibatkan adiknya meninggal.

“Kami pihak keluarga awalnya tidak percaya informasi yang beredar bahwa, Marsel, sudah meninggal dengan cara yang tragis,” ungkapnya.

Menurut Kakak korban, peristiwa penikaman yang menyebabkan adiknya meninggal dunia, di luar dugaan mereka. Sebab, sekitar dua jam sebelum peristiwa penikaman itu terjadi, korban sempat menelpon keluarganya untuk menanyakan kabar.

“Adik saya sempat kontak kami di rumah, sekitar dua jam sebelum kabar tersebut kami terima,” kata Kakak korban sembari menitikan air mata.

Pihak keluarga korban, pertama kali mengetahui peristiwa penikaman terhadap korban dari rekaman CCTV yang beredar di media sosial. Namun, mereka tak lantas mempercayai kabar tersebut, sebab wajah korban tidak tampak jelas di video yang mereka tonton, karena korban masih bersimbah darah.

Lebih lanjut, dirinya menceritakan, beberapa saat berselang, Istri korban menghubungi mereka melalui telpon.

“Ternyata betul, Marsel, adik saya yang ditikam dan rekamannya beredar. Padahal, dalam video itu, adik saya sempat tersenyum, seperti memohon belas kasihan, meski sudah bersimbah darah, tetapi pelaku memang tak punya hati,” ungkap Kakak korban penuh kesedihan.

Ia mengisahkan, tahun 2014 lalu, saat korban masih duduk di kelas dua SMP, korban pamit dengan keluarga untuk berlibur di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT. Entah apa yang ada di benak korban, saat itu, bukannya berlibur di Lembor, korban malah merantau ke Makassar.

“Awalnya, korban pamit dengan keluarga untuk berlibur di Lembor, namun tiga minggu setelahnya, kami sangat kaget setelah korban menghubungi bahwa Dia sudah berada di Makassar,” kisahnya.

Lebih lanjut, dirinya mengisahkan, korban merupakan anak ke empat dari enam bersaudara, yang sejak kecil ditinggal sang Ayah karena dipanggil yang Kuasa.

Tenda persiapan penerimaan Jenazah almarhum Marsel (Foto:Adrian Paju)

Korban sendiri, menikah setahun yang lalu dan meninggalkan satu orang Istri bernama, Any dan seorang Anak laki-laki yang masih berumur dua tahun.

Dikisahkan, korban merupakan sosok yang ramah, humoris dan penyayang keluarga. Pihak keluarga sangat terpukul setelah mengetahui, korban meninggalkan mereka dengan cara tragis tanpa sedikit ampun.

Pihak keluarga berharap, agar cukup satu korban saja di perantauan seperti, Marsel, yang meninggal dengan cara tak wajar.

“Semoga tidak ada, Marsel, yang lain,” katanya sembari membenahi tenda persiapan kedatangan jenazah adiknya itu. (adp)

Berikut, Vidio detik – detik saat Janazah Marsel akan dipulangkan ke Manggarai

Artikel ini telah dibaca 17173 kali

Baca Lainnya
x