News

Senin, 1 Juli 2019 - 08:42 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Akibat krisis air bersih, warga di Borong, kabupaten Manggarai Timur terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air (Foto: TeamYPF/ Yopie Moon)

Akibat krisis air bersih, warga di Borong, kabupaten Manggarai Timur terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air (Foto: TeamYPF/ Yopie Moon)

Masyarakat Ibu Kota KMT Susah Air

Floreseditorial.com, Borong – Sebagian Masyarakat kota borong, kabupaten Manggarai Timur (KMT) hingga kini masih merasakan susahnya mendapatkan air bersih.

Di beberapa wilayah di pusat ibu kota kabupaten Manggarai Timur itu, warganya harus membayar Mahal untuk mendapatkan air walau hanya sekedar untuk keperluan MCK.

Untuk keperluan MCK (Mandi, Cuci, Kakus), warga harus membeli air baik dari mobil tangki penjual air keliling atau dengan cara menimba dari sungai Wae Bobo.

Imelda salah seorang warga kepada media ini menyampaikan keluhannya akan buruknya pelayanan pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur dalam urusan pelayanan air minum bersih kepada masyarakat.

“Kami susah air di sini, baik untuk minum ataupun keperluan lainnya. Kami harus membeli air yang dijual dari mobil tangki dengan kisaran harga empat sampai lima puluh ribu rupiah untuk satu tangki berukuran kecil,” kata Imelda, pada Floreseditorial.com, Minggu (30/6/2019).

Kata dia, dalam sebulan, keluarganya harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 800.000 hanya untuk membeli air.

“Air sudah menjadi lebih mahal dari Bahan Bakar Minyak,” kata Imelda.

Imelda merincikan, untuk membeli bahan bakar minyak seperti bensin, kendaraan, minyak tanah dan lainnya, dirinya cuma mengeluarkan uang hingga kisaran Rp. 300.000 hingga Rp. 400.000 dalam sebulan.

“Untuk air, kami harus keluarkan 800 ribu sebulan,” katanya.

Meski dirinya adalah salah satu pelanggan air dari BLUD SPAM kabupaten Manggarai Timur, tetapi pipa airnya tidak pernah dialiri air.

“Kami ini pelanggan air BLUD SPAM, tapi tidak ada airnya,kami berharap pemerintah harus serius dalam menangani masalah air di kota Borong,”, imbuhnya.

Ia juga mengeluhkan pungutan yang dilakukan oleh BLUD SPAM kabupaten Manggarai Timur pada setiap pelanggan.

“Kami juga mendapat pungutan, padahal air tidak keluar, ini BLUD SPAM ini aneh, air tidak ada, tapi ada pungutan,” tuturnya.

Sementara itu Oby, menjelaskan bahwa hampir setiap tahunnya masyarakat kota Borong selalu mengeluh krisis air.

“Saya berharap, pemerintah harus serius dalam menanggapi persoalaan air, Borong ini pusat kota kabupaten, lucu kalau air mau mandi saja susah”, Tandas Obi

Ia berharap agar pemerintah Manggarai Timur, terlebih khusus pihak yang memiliki kapasitas dalam urusan tata air di kota Borong untuk serius menangani persoalan air di Borong.

“Tolong datang cek, lebih lebih di daerah Wolo kolo ini, sangat susah air. Kasian juga masyarakat ,kalau sampai air mau buang air saja harus pakai air yang dibeli,” imbuhnya.

Kata dia, dirinya dan masyarakat lainnya kini menunggu janji kampanye Agas Andreas dan Jaghur Stefanus.

“Kami mau tagih janji, setip tahun politik berlangsung pasti, soal air yang terus dibahas, tolong tepati janjinya,” pinta Obi.

Hasil penelusuran floreseditorial.com, di daerah Wolo Kolo tampak di beberapa rumah memiliki saluran pipa milik BLUD SPAM Manggarai Timur tetapi tidak dialiri air.

Daerah Wolo Kolo, kelurahan Kota Ndora, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu dari sekian banyak daerah di kecamatan Borong yang belum mendapat pelayanan maksimal Pemerintah soal air bersih.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 444 kali

Baca Lainnya
x