News

Kamis, 23 Januari 2020 - 11:40 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Korban PHK masih berada di tenda Pengungsian (Ist)

Korban PHK masih berada di tenda Pengungsian (Ist)

Nasib Karyawan Sawit Asal NTT Korban PHK WTC Kian Melarat, Pemprov NTT Diminta Turun Tangan

Floreseditorial.com – Peristiwa PHK sepihak yang dialami oleh ratusan buruh sawit di Kalimantan timur rupanya belum usai.

Peristiwa pemecatan masal oleh PT. Wahana Tritunggal Cemerlang (WTC) yang terjadi pada bulan Agustus 2019 lalu masih menemukan titik buntu. Tuntutan yang dilakukan oleh para karyawan terhadap pihak perusahan hingga kini belum satupun yang terealisasi meski telah dibuatkan komitmen penebusan tuntutan dihadap bupati dan DPRD Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Sampai kini ratusan karyawan pemecatan masal oleh perusahan WTC masih berada di tenda pengungsian.

“Kami karyawan korban PHK sepihak oleh perusahan PT WTC masih berada di tenda pengusian kecamatan Karangan dan tidak ada sentuhan dari pihak perusahan sebagaimana kesepakatan yang telah dibuat saat mediasi bulan oktober 2019 lalu”, jelas Aventinus, salah seorang karyawan korban pemecatan PT. WTC kepada Floreseditorial.com pada Kamis (23/1/2020).

Menurut Aven, adapun hasil perundingan yang dilakukan oleh para karyawan bersama PT WTC ialah pihak perusahan siap membayar pesangon dalam rentan waktu 10 hari dari tanggal perundingan dibuat. Namun hingga januari 2020, pihak perusahan belum mengeksekusi perundingan yang dimaksud.

“Perundingan itu dulu dibuat di Sangata dan ditanda tangani oleh bupati kutai timur, DPRD Kutim, pihak perusahan dan perwakilan karyawan”, lanjut Aven.

Ia menuturkan, hingga kini kondisi 374 korban PHK PT. WTC semakin memburuk.

“Pada saat peristiwa pemecatan tersebut, terdapat 7 orang ibu hamil dan sekarang telah melahirkan di rumah sakit Sangata dengan biaya sendiri. Dari ketujuh yang melahirkan ini, terdapat satu bayi yang meninggal pada tanggal 16 desember 2019 paska keluar dari rumah sakit”, ungkapnya.

Mengalami kondisi buruk yang dialami oleh karyawan tersebut, ia berharap agar pemerintah NTT turun tangan mengatasi masalah yang dihadapi oleh para buruh.

“Sebagaian besar disini warga Manggarai Barat dengan total 216 orang, warga Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Maumere, Adonara dan Kupang. Kami minta pihak propinsi atau beberapa kepala daerah yang saya sebutkan tadi saling bersinergi untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja seperti yang kami alami sekarang”, tambah Aventinus.

Diapun melanjutkan, sebelumnya ada berita yang menuliskan bahwa para pekerja yang diPHK kan oleh perusahan WTC telah dipekerjakan kembali itu murni hoax.

“Nyatanya kami masih di tenda pengungusian, pihak perusahan maupun pihak pemerintah tidak ada kepedulian terhadap nasib kami. Kami mohon bantulah kami. Kalau ada berita bahwa masalah kami telah selesai dan kami kembali dipekerjakan, itu kabar bohong”, tutupnya.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 800 kali

Baca Lainnya
x