Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

News

Selasa, 8 September 2020 - 21:52 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Agnes Bura Belang (80) warga Desa Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, ditemukan tewas terbakar di Puu Wolor, di hutan jati milik korban, Senin (7/9/2020). (Foto: Robert Nong Soni)

Agnes Bura Belang (80) warga Desa Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, ditemukan tewas terbakar di Puu Wolor, di hutan jati milik korban, Senin (7/9/2020). (Foto: Robert Nong Soni)

Nenek 80 Tahun Tewas Terbakar di Kebun Jati

Flores Timur, floreseditorial.com – Naas menimpa, Agnes Bura Belang (80), warga Desa Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, ditemukan warga Desa Kalelu, Solor Barat, membujur kaku dengan tubuh hangus terbakar di Puu Wolor, kebun jati milik warga setempat, Senin (7/9/2020) pukul 13.30 Wita.

Nenek Bura, janda empat anak itu, berangkat dari rumahnya menuju kebun pukul 08.30 Wita. Dengan tongkat tumpuan kekuatannya, Ia berjalan sejauh dua kilometer. Aktivitas, Nenek Bura, di kebun tidak diketahui siapapun, karena tidak ada yang menemaninya. Keluarga hanya tahu, jika Nenek Bura pergi pagi, maka sore hari pasti pulang ke rumah. Ia tidak pernah bermalam di kebun.

Donatus Olaritan Jawan, warga Desa Kalelu, orang pertama yang menemukan jasad, Nenek Bura, ketika dalam perjalanan ke kebun miliknya untuk menyadap nira dari pohon lontar.

“Saya dalam perjalanan ke kebun menggunakan sepeda motor untuk iris tuak. Ketika melewati kebun, Nenek Bura, saya melihat ada bekas kebakaran. Saya lalu melanjutkan perjalanan. Tapi saat membelakangi kebunnya, firasat saya tidak enak. Saya melihat ada orang tertidur tidak bergerak di antara pohon jati yang sudah terbakar. Saya mendekat dan sangat kaget melihat, Nenek Bura, sudah terbujur kaku terbakar api. Niat ingin langsung mengangkatnya, tapi karena takut, saya hanya mendekat dan menyampaikan ke jasad, Nenek Bura, sesuai kepercayaan orang Lamaholot, ‘Nenek, saya sendiri, saya tidak berani. Tunggu saya pulang, panggil keluarga’,” kisahnya.

Orang yang pertama ditemui, Donatus, adalah Nasu Belang, saudara kandung dari, Nenek Bura. Selanjutnya, Donatus, menemui mantan Kepala Desa Titehena, Rokus, untuk kemudian disamapaikan ke Polisi.

Semua keluarga yang tiba di tempat kejadian, segera memboyong jasad malang, Nenek Bura, ke rumah kediamannya.

Paulus Bang Meman, putra kandung almarhum, meratapi kepergian Ibunya itu dan menyerahkan penanganannya ke Polisi.

“Saya tidak kuat dan tidak tega melihat Mama saya meninggal dengan cara begini. Mama saya meninggal, murni kecelakaan kebakaran. Dalam genggaman tangannya, masih terlihat bungkusan korek api. Kita langsung antar Mama ke rumah. Nanti kalau Polisi datang, baru kami keluarga sampaikan,” ungkapnya.

Jasad, Nenek Bura, diangkat warga dan tiba di rumah kediamannya pukul 17.45 Wita. Nenek Bura, dimakamkan pada Selasa (8/9/2020) sore. (rns)

Artikel ini telah dibaca 1571 kali

Baca Lainnya
x