Manggarai Timur News

Jumat, 3 Januari 2020 - 23:19 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi (Istimewa)

Ilustrasi (Istimewa)

Niat Berobat Malah Dihamili Dukun Cabul, Modus Ritualnya Wajib Berduaan Saja Di Dalam Kamar

Floreseditorial.com, Borong – FN seorang pasien yang dirawat oleh seorang dukun karena ingin agar segera sembuh dari sakit yang diderita malah bernasib naas hamil karena ulah sang dukun cabul.

Seorang dukun cabul, KLNG di Desa Waling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores – NTT diduga menghamili pasiennya yang berobat karena sering kesurupan.

Kasus pencabulan yang dilakukan dukun cabul ini menyebabkan FN hamil 8 bulan. Hal itu berawal dari pengobatan spriritual yang berlangsung di rumah FN.

“Pencabulan dengan modus pengobatan terhadap anak saya (korban,red) yang dilakukan oleh sang dukun itu terjadi sejak bulan april 2019 lalu, dan kami melaporkan kasus itu ke Polsek Borong pada, Jumat (03/01/2020),” kata ayah korban saat dihubungi media ini.

Disebutkan, pada april 2019 FN sering mengalami kesurupan, lalu FN bersama keluarga mendapatkan bantuan dari KLNG untuk mengobati FN yang sering kesurupan.

Setelah melakukan pengobatan dirumah orang tua FN, korban FN disarankan untuk berada didalam kamar berdua saja dengan KLNG.
Pelaku melakukan pengobatan terhadap korban yang berlangsung di dalam kamar korban .

Berdalih demi kesembuhan si korban, sang dukun KLNG mengajak untuk melakukan hubungan suami istri dengan FN.

Ketika diajak berhubungan layaknya suami istri, FN sempat menolak ajakan sang dukun, akan tetapi sang dukun KLNG terus mendesak korban dan mengancam dengan menggunakan sebilah pisau.

Dalam kondisi terpaksa karena diancam dengan sebilah pisau FN akhirnya melayani nafsu bejat dukun cabul tersebut tanpa diketahui orangtuanya dan kejadian tersebut berlangsung berulangkali.

Dari Pengakuan korban melalui ayah korban, hubungan terlarang itu terjadi di kamar Korban di rumah mereka.

Keluarga baru mengetahui kehamilan korban saat usia kandungan korban sudah 9 bulan.

“Kami tidak diberitahu, karena anak kami terus diancam dengan pisau,” kata ayah korban.

Keluarga baru mengetahui bahwa FN telah hamil pada bulan pada Januari 2020.

Mengetahui putrinya hamil dengan KLNG korban bersama keluarga langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Borong.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 3125 kali

Baca Lainnya
x