FLORESEDITORIAL.COM, RUTENG – Orang tua Murid SMAN 1 Cibal mengaku kesal dengan ulah para pengelola sekolah tersebut.

Mereka menduga Pihak sekolah telah menggelapkan uang seragam milik anak-anak mereka.

Hal ini memang cukup beralasan, pasalnya baju sekolah dari 365 siswa kelas 2 di SMAN 1 Cibal sudah dibayar sejak bulan juni tahun 2017 silam, namun hingga sekarang belum dibagikan.

Kepada media ini, orang tua salah satu siswa SMAN 1 Cibal yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku kesal dan kecewa dengan ulah pihak sekolah.

“Uang seragam sekolah sudah dibayar sejak tahun 2017, namun sampai sekarang belum ada kejelasanya,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (06/02/19)

Ia mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah ia sampaikan saat sidang Komite pada tahun 2018 silam, dan Pihak sekolah sudah menjanjikan untuk memberikan semua seragam sekolah bagi para siswa itu.

“Saya kecewa sekali, sudah lama kami bayar tapi sampai sekarang bajunya belum dibagikan, pihak sekolah sempat janjikan saat sidang komite, tapi semuanya omong kosong” ungkapnya kesal.

Dia meminta kepada pihak sekolah untuk segera membagikan seragam kepada para siswa.

Dia juga menyampaikan bahwa dirinya semakin bingung ketika seragam siswa kelas satu di sekolah tersebut sudah dibagikan semuanya.

“Baju untuk siswa kelas 1 sudah dibagikan semua sedangkan untuk siswa kelas 2 sejak tahun 2017 itu belum dibagikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa para Orang tua murid merasa dipermainkan dan dibohongi oleh pihak sekolah, karena sudah beberapakali menjanjikan namun selalu diingkari.

“Pokoknya kami tidak mau tau, seragam itu harus segera dibagikan, yang kelas satu saja sudah di bagikan tapi bagimana dengan siswa kelas dua,bajunya dimana?” tukasnya.

Sementara itu PLT. Kepala Sekolah SMAN 1 Yakobus Nou membenarkan perihal banyaknya seragam siswa disekolah tersebut yang belum dibagikan kepada siswa.

“Hingga saat ini memang masih ada seragam siswa kelas 2 yang belum dibagikan,” uangkapnya saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Lebih lanjut Yakobus menjelaskan bahwa seragam Sekolah yang lainnya (seragam putih abu-abu,baju batik dan pakaian olahraga) sudah dibagikan, dan hanya seragam pramuka yang belum.

“Sebagian seragam pramuka sudah ada di sekolah,tapi saya tidak berani bagikan kepada siswa karena jumlahnya belum cukup,takut ada siswa yang protes nanti kalau tidak kebagian,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa banyak orang tua siswa yang telah mengadu padanya atas masalah tersebut.Namun kata Yakobus, yang bertanggung jawab penuh atas persoalan tersebut adalah Kepala Sekolah sebelumnya.

“Itu tanggung jawab pak Fransiskus Atap karena dia yang mengelola dan memesan pakaian seragam sekolah pada tahun 2017,”ucapnya.

Saat sidang Komite tahun 2018, kata Yakobus, dirinya sempat membicarkan persoalan tersebut.

“Saya ada pada saat itu tapi yang bicara pak Frans Atap,karena dia yang bertanggung jawab terkait pakaian Sekolah, bahkan dia(Frans Atap) sempat janjikan kepada orang tua siswa untuk segera bagikan itu, tapi hingga saat ini belum ada,”ungkapnya.

Yakobus juga mengaku bahwa pihaknya kecewa karena sudah lama menunggu pakaian itu, dan meminta kepada Frans Atap untuk segera melengkapi pakaian pramuka itu supaya bisa dibagikan kepada siswa.

Saat dikonfirmasi Fransiskus Atap menerangkan bahwa persoalan itu benar adanya.

“Seragan pramuka baru setengahnya yang sudah ada di Sekolah,sisanya masih ada di suplayer,” tandas pria yang kini mencalonkan diri sebagai calon DPRD provinsi NTT itu.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa uang seragam itu sudah dibayar semuanya kepada suplayer dan kwitansinya masih ada di bendahara sekolah,tetapi pengadaannya belum lengkap.Dia mengaku kecewa pasalnya hingga sekarang suplayer pakaian sekolah itu susah dihubungi.

“Ya benar,saya juga kecewa karena Agus (suplayer) susah sekali dihubungi,uangnya saya sudah bayar semua tapi pengadaan seragam belum lengkap” ungkapnya sambil mencoba hubungi Agus melalui telepon tetapi tidak berhasil.

Fransiskus menjanjikan untuk menemui langsung suplayer pakaian Sekolah itu,dan mendesaknya supaya secepat mungkin pakaian itu dilengkapi,” tutupnya.

Laporan : Engkos Pahing

Tinggalkan Balasan