News

Senin, 14 Oktober 2019 - 13:08 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Panitia Pilkades Benteng Raja Diduga Pungut Uang Dari Cakades

Floreseditorial.com, Borong – Tinggal 2 minggu lagi pelaksanaan pilkades secara serentak akan segera digelar di kabupaten Manggarai Timur. Namun, permasalahan dilapangan mulai bermunculan.

Seperti yang terjadi desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) mengaku dirinya dan calon yang lain dipunguti uang oleh panitia pemilihan kepala desa (Papilkades) di desa tersebut.

“Kami dimintai kontribusi oleh panitia di desa ini,” ungkap Robertus Jeragut, salah satu bakal calon kepala Desa Benteng Raja , Senin (14/10).

Lebih parahnya lagi, panitia desa tersebut juga mematok jumlah uang iuran yang dipungut. Adapun jumlah uang yang minta sebesar Rp. 5.000.000 per orang dan panitia tidak menjelaskan peruntukannya atas dana tersebut, karena pungutan dilakukan sebelum Rancangan anggaran biaya (RAB) pemilihan kepala desa disusun.

“Kemarin katanya sukarela, yang namanya sukarela kan terserah mau kasi berapa, tapi nyatanya dipatok, beberapa diantara kami sudah bayar uang yang diminta panitia Pilkades, Ada juga yang membayar dengan cara menyicil, karena belum ada uang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa, uang yang dipungut oleh Panitia Pilkades Benteng Raja dilakukan sebelum verifikasi dan pemberian berkas bakal calon. Selain itu pungutan tersebut dilakukan sebelum penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) Pilkades Benteng Raja.

“Salah satu diantar kami digugurkan, padahal uang senilai lima juta rupiah sudah diterima Pantia,” tandasnya.

Disisi lain, ia membenarkan adanya kesepakatan antara bakal calon dan panitia Pilkades di desa Benteng Raja.

“Tapi kesepakatan itu terkesan dilakukan secara intimidasi, karena mereka bilang, yang tidak kasi masuk uang otomatis gugur dengan sendirinya,” tutupnya.

Atas pungutan tersebut, dirinya sudah menyurati Dinas Pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) kabupaten Manggarai Timur dan beberapa stakeholder lain termasuk pihak kepolisian.

Data yang dihimpun floreseditorial.com, panitia Pilkades desa Benteng Raja, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur melakukan pungutan terhadap para bakal calon kepala desa di Desa tersebut sebesar 5 juta rupiah per bakal calon.

Pengutan tersebut tertuang dalam berita acara penetapan beban kontribusi bakal calon kepala desa. Naasnya, uang bakal calon kepala desa yang tak lolos penjaringan panitia Pilkades desa Benteng Raja tak dapat dikembalikan.

Dari 6 bakal calon yang mendaftar dan telah mengumpulkan uang kepada panitia Pilkades, 1 bakal calon diantaranya telah digugurkan Pantia Pilkades Benteng Raja.

Mengadu ke DPMD

Sejumlah bakal tokoh masyarakat desa Benteng Raja diketahui mendatangi kantor DPMD kabupaten Manggarai Timur pada Senin (14/10) untuk mengadukan perihal pungutan yang dilakukan oleh Papilkades desa Benteng Raja.

Dalam salinan surat pengaduan yang diperoleh media ini, tokoh masyarakat Desa Benteng Raja
menolak hasil verifikasi tahap dua tertanggal 30 September 2019 yang dilakukan oleh panitia PILKADES Desa Benteng Raja.

Dalam surat penolakan tersebut, mereka menyampaikan keberatan atas sikap Panitia Pilkades Desa Benteng Raja yang tidak pernah memberikan hasil verifikasi kekurangan administrasi dari bakal calon Kepala Desa Benteng Raja untuk dilengkapi oleh para bakal calon Sebelum diumumkan.

Atas keputusan sepihak tersebut, mereka menduga ada indikasi berkas yang dimasukan oleh setiap bakal calon tidak lengkap dan sengaja didiamkan oleh Pantia

Para tokoh masyarakat desa Benteng Raja juga mempertanyakan pungutan dana pada setiap bakal calon oleh Panitia Pilkades Desa Benteng Raja sebesar Rp. 5.000.000 kepada setiap bakal calon.

Karena pungutan hal itu bertentangan dengan Peraturan Bupati Manggarai Timur tentang biaya pemilihan Kepala Desa seharusnya diambil dari APBD dan APBDES.

Terpisah, camat Borong Herman Jebarus, S.Ip saat saat ditemui media ini di kantor camat Borong menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami pungutan yang dilakukan oleh pihak Pantia Pilkades desa Benteng Raja.

“Kita masih dalami itu, tapi coba teman – teman media konfirmasi ke DPMD” kata Herman.

Sementara hingga saat ini, media masih berusaha untuk menemui kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat desa Kabupaten Manggarai Timur terkait sengkarut di desa Benteng Raja itu. (AK-FE)

Artikel ini telah dibaca 1185 kali

Baca Lainnya
x