News

Rabu, 15 Mei 2019 - 21:17 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Partisipasi Masyarakat Mabar di Pemilu 2019 Meningkat

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengungkapkan bahwa tingkat partisi masyarakat pada pemilu 17 April 2019 lalu sudah melebihi target dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yakni 77,5%.

Melalui Pesan Whatsap kepada Floreseditorial.com (17/5/2019), Kadiv Humas Krispianus Bheda, S.S menyampaikan, bahwa tingkat partisipasi masyarakat Manggarai Barat pada Pemilu 17 April 2019 sudah meningkat.

Krispianus menyatakan tingkat “partisipasi pemilih sudah mencapai 80%. Hal ini tidak terlepas dari peran semua elemen. Hal itu tidak hanya penyelengara pemilu, termasuk timses, pasangan calon, caleg dan timses caleg”.

“Saya berpikir mereka punya peran yang sangat besar, apalagi pemilu serentak ini telah memberi ruang dan waktu yang panjang untuk kampanye”, imbuhnya.

Loading...

Bagian lain, Krispinus juga menyampaikan kesan yang baik atas kerja maksimal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manggarai Barat, Relawan Demokrasi, Bawaslu dengan tim lapangannya yang bekerja ditengah kondisi geografis dan cuaca yang tidak bersahabat.

Presentasi tingkat partisipasi masyarakat dapat dilihat dari tingkat partisipasi lima lembaga yakni; pemilihan Presiden dan Wakil presiden jumlah pemilih 172.695, tidak menggunakan hak pilih 33.971 (20%) dan yang menggunakan hak pilih 138.724 (80%).

Tingkat partisipasi dalam pemilihan DPR RI jumlah pemilih 172.695 tidak menggunakan hak pilih 34.253 (20%) dan menggunakan hak pilih 138.640 (80%).

Sementara tingkat partisipasi dalam pemilihan DPD NTT jumlah pemilih 172.695 tidak menggunakan hak pilih 34.055 (20%) dan menggunakan hak pilih 138.640 (80%).

Sedangkan tingkat partisipasi dalam pemilihan DPRD Provinsi Dapil 4 jumlah pemilih 172.695 yang tidak menggunakan hak pilih 34.242 (20%) dan menggunakan hak pilih 138.453 (80%).

Tingkat partisipasi dalam pemilihan DPRD Kabupaten kota jumlah hak pilih 172.695 yang tidak menggunakan pilih 34.335 (20%) dan menggunakan hak pilih 138.360 (80%).

Urgensi dari pesta demokrasi adalah masyarakat dapat memilih dan merasa puas atas kebebasan dalam hal memilih, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dengan aktif. Sebab salah satu tolok dari kemajuan demokrasi adalah tingkat partisipasi masyarakatnya.

Laporan : Edison Risal
Editor : Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 25012 kali

Baca Lainnya