News

Kamis, 20 September 2018 - 10:12 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Penyelenggaraan acara Kirab satu Negeri di kabupaten Ende (Foto: TeamYPF)

Penyelenggaraan acara Kirab satu Negeri di kabupaten Ende (Foto: TeamYPF)

Pesan Kirab Satu Negeri, Nilai Kebangsaan Jangan di Obrak Abrik

FLORESEDITORIAL.COM, ENDE – Munculnya ancaman disintegrasi bangsa, GP Ansor Kirab satu negeri zona Rote menegaskan bahwa pihaknya tak menginginkan Nilai kebangsaan terus diobrak-abrik.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H.Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua GP ANSOR Gus Chairul Anwar saat menggelar Apel Kebangsaan Kirab satu Negeri di Lapangan Pancasila Ende. Pada rabu, (19/09/18).

Ia mengatakan, pelaksanaan Kirab Satu Negeri ini dilaksanakan di lima titik terdepan indonesia, dan merupakan langkah untuk kembali mengingatkan seluruh elemen Bangsa Indonesia akan sumpah yang pernah diikrarkan yakni Bertanah Air, Berbangsa dan Berbahasa yang satu yaitu Indonesia.

“Sumpah Berbangsa, Bertanah Air dan Berbahasa yang satu yaitu Indonesia merupakan gebrakan utama para pendiri bangsa untuk menginspirasi dunia atas Warisan kearifan peradaban indonesia yang Majemuk namun Rukun Harmonis dan Damai”, tandas Pimpinan Pusat GP Ansor H.Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua GP ANSOR Gus Chairul Anwar.

H Yaqut Cholil Qoumas menerangkan, ada alasan kenapa harus dilakukan Kirab satu Negeri. Menurutnya saat ini ada ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsesus Kebangsaan kita.

“Ada Pihak-pihak yang menggunakan Agama sebagai Alat Politik dan menjadikan Agama sebagai Sumber Konflik tetapi Mayoritas Masyarakat Indonesia lebih memilih diam” tegas Qoumas.

“Kita ingin Agama menjadi Rahmat kasih sayang dan perdamaian, kita berbeda Agama suku dan Ras tetapi satu dalam NKRI”. Harapnya

Ia menjelaskan, Kirab satu Negeri akan dilaksanakan selama 41 hari kedepan dan dilakukan karena keinginan kuat agar ingin Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI tetap kokoh menjadi pengikat Perdamaian sebagaimana telah di praktikan berabad-abad lalu oleh nenek Moyang bangsa Indonesia.

Sementara ketua NU Kabupaten Ende H.Usman Daeng dalam sambutannya mengatakan  GP Ansor adalah Badan Otonom yang tidak terpisahkan dari NU selain Fatayat NU, Muslimat NU dan lain-lain.

Jajaran NU, kata Usman Daeng, dalam kehidupan kehidupan Beragama, Berbangsa dan Negara selalu berpedoman pada paham Ahli suna Wal Jamaah.

“NU sangat Moderat dalam kehidupan Beragama dan menjunjung tinggi Tawasut di mana NU menjaga keseimbangan kehidupan Dunia dan akhirat dan tasamu menjaga toleransi”, imbuhnya.

Sementara bupati Ende Ir.Marselinus Y.W Petu dalam sambutan yang dibacakan Asisten 3 Yohanis V Tote mangungkapkan bahwa pelaksanaan Kirab Satu Negeri di lakukan berangkat dari Kepedulian dan Keprihatinan Gerakan Pemuda Ansor terhadap situasi bangsa dan anak Negri yang mulai kehilangan Jati diri.

Dikatakannya, banyaknya persoalan disintegrasi Bangsa yang muncul dan jika tidak segera di atasi lebih dini maka bukan tidak mungkin akan membahayakan keutuhan Bangsa dan Negara RI.

“Oleh karena itu, Generasi Muda selaku penerus cita-cita Bangsa di harapkan untuk selalu berada di garda terdepan untuk melawan paham yang ingin memecah belah Bangsa ini,” tutur Bupati Ende.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat GP Ansor yang sudah menginisiasi kegiatan Kirab Satu Negeri di kabupaten Ende.

“Kiranya kehadiran rombongan di Bumi Triwarna Kelimutu dapat memberikan Motifasi bagi anak bangsa di wilayah ini untuk semakin mencintai dan menghargai perjuangan Pahlawan Bangsa,” tukasnya.

Laporan : Rian Laka

Artikel ini telah dibaca 257 kali

Baca Lainnya
x