News

Rabu, 15 Januari 2020 - 09:19 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Wakil Bupati Manggarai Barat saat mengunjungi korban di RS. Siloam, Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Wakil Bupati Manggarai Barat saat mengunjungi korban di RS. Siloam, Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

PLN dan BPJS ‘Cuci Tangan’ Pada Korban Kesengat Listrik di Nangalili, Wakil Bupati Mabar Berharap Korban Segera Sembuh

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Peristiwa kesengat listrik yang menimpa Rinto, tenaga honor kesehatan puskesmas Nangalili pada kamis (9/1/2020) mendapat empatik dari wakil bupati Manggarai Barat, Maria Geong.

Pada Selasa (14/1/2020), Maria bersama rombonganya menjenguk Rinto dan nenanyakan perkembangan kondisi Rinto paska operasi.

Dikesempatan itu, wakil bupati Maria juga turut memberikan bantuan kepada Rinto. Selain itu, ia berharap agar Rinto cepat sembuh dan dapat kembali beraktifitas.

“Tentu kita prihatin dengan kondisi beliau saat ini tetapi Kita doakan yang terbaik buat adik Rinto agar secepatnya kembali sembuh”, ungkap Maria Geong.

Sementara itu, Rinto yang tengah dirawat di RS. Siloam Labuan Bajo, harus menanggung sendiri biaya perawatan. Berdasarkan data yang dimiliki oleh floreseditorial.com, sejak kamis 9 januari hingga senin 13 januari, pembiayaan telah mencapai angka 31 juta rupiah.

Meski memiliki BPJS kesehatan mandiri, Rinto tetap menanggung pembiayaan perawatan sendiri karena ternyata dalam perisitiwa kecelakaan listrik, BPJS kesehatan tidak bisa dipakai dalam penangguhan pembiayaan.

Menurut kepala BPJS Kesehatan Manggarai Barat, Yuniatin Sulistia apabila terjadi hal tersebut, itu dilimpahkan kepada BPJS tenaga kerja karena itu masuk dalam kategori kecelakaan kerja.

“Itukan masuk dalam kecelakaan kerja, maka berdasarkan SOP kita, yang membiayai itu BPJS tenaga kerja. Nah, sekarang apakah yang bersangkutan memiliki BPJS tenaga kerja?”, papar Yuniatin.

Demikian juga halnya PLN, pihak yang disertakan dalam mperisitwa tersebut beranggapan jika itu masuk dalam ketegori kecelakaan umum yang tentu tidak dapat dibebankan kepada pihak PLN.

Untuk diketahui, peristiwa yang menimpa Rinto dan rekanya Bene Jonta bermula ketika tali bendera milik puskesmas Nangalili terputus. Melihat kondisi tersebut, salah satu korban, Bene Jonta berinisiatif mencabut tiang bendera. Beberapa saat kemudian, Bene Jonta dan Rinto berniat kembali memasangkan tiang bendera tersebut. Disaat bersamaan, tiba-tiba Rinto jatuh di got dan Bene Jonta terlentang di gerbang pintu masuk puskesmas. Keduanya dalam kondisi tidak menyadarkan diri.

Menurut rekan mereka, keduanya terjatuh karena sengatan arus listrik. “Tiang bendera menyentuh kabel PLN yang posisinya memang agak rendah”, terang Hans salah satu saksi mata.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 2877 kali

Baca Lainnya
x