Terkait Penangkapan 21 Warga di Golo Mori, Piter Ruman Minta Kapolres Mabar Tidak Melakukan Pembohongan Publik

- Sabtu, 4 September 2021 | 06:00 WIB
Piter D. Ruman (Ist)


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Piter D. Ruman, sala satu kuasa hukum 21 orang yang ditangkap pihak Kepolisian pada Jumat (02/07/2021) lalu di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dan telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam undang undang darurat no.12 tahun 1951 pasal 2 ayat (1), meminta agar kepala Kepolisian resor Manggarai Barat (Kapolres Mabar) tidak melakukan character assassination dan pembohongan publik. 


Menurutnya, release yang disampaikan oleh kapolres Mabar, Bambang Hari Wibowo, melalui bagian humas kepada beberapa media pada Jumat (03/09/2021) dan menuding bahwa ke 18 orang pekerja adalah massa bayaran, sangat tendensius dan  menciptakan spekulasi liar di masyarakat. 


“Artinya apa? Massa bayaran sebagaimana disebutkan dikaitkan dengan penetapan tersangka kepada mereka untuk sebuah peristiwa pidana yang tidak/belum ada, bagaimana logikanya,” katanya.


Menurutnya, semua bukti dan keterangan yang diperoleh dalam proses penegakan hukum, sifatnya dugaan. 


“Menarik kesimpulan bahwa mereka adalah massa bayaran itu harus dibuktikan di pengadilan. Kapolres tidak punya kewenangan untuk menyimpulkan demikian, dapatkah kapolres manggarai Barat membuktikan peristiwa pidananya? Jika iya, apa peristiwa pidananya? Siapa korbannya? Sampai - sampai harus ditersangkakan menurut undang undang darurat. Jangan main main dengan penetapan delik pidana, ini ancamannya berat,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Polda Metro Tolak Penangguhan Penahanan Roy Suryo

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:29 WIB

NTT Berpotensi Jadi Arab Saudi Kedua, Ada Apa?

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:19 WIB

Sekjen Partai Berkarya Tepis Kisruh Internal

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:47 WIB
X