Warga Kecamatan Ile Ape Blokir Kawasan Tanah Merah

- Senin, 21 Juni 2021 | 05:04 WIB

Selain memblokir pembangunan di lahan relokasi, pemerintah desa juga mengirimkan surat resmi kepada Pemda Lembata pada Senin (21/6/201). Dalam surat tersebut mejelaskan bahwa, pemblokiran tidak bermaksud menolak relokasi penyintas korban bencana banjir dan longsor, namun sebagai bentuk protes kepada Pemda Lembata yang belum sanggup menyelesaikan batas wailayah.



Lokasi Tanah Merah sendiri rencananya jadi tempat relokasi penyintas dari desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur yang diterjang banjir dan longsor pada April 2021 silam.


Menurut pantau media, hari ini pemblokiran telah dibuka, dan aktivitas pembangunan rumah tetap dilakukan. - Warga Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Nusa Tenggara Timur, melalukan aksi pemblokiran kawasan pembangunan rumah di lahan relokasi Tanah Merah, dengan memasang plang ''Dilarang Beraktivitas di Desa Laranwutun," Minggu (20/6/2021).



Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laranwutun, Antonius Toran Nilan, menjelaskan, aksi blokir jalan tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap Pemda Lembata.


Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Terkini

Pengacara Lukas Enembe Disomasi Gubernur Papua Barat

Selasa, 27 September 2022 | 14:10 WIB

Berikut Cara Mudah Daftar Jadi Guru ASN PPPK 2022

Selasa, 27 September 2022 | 10:14 WIB

Pelaku Pembobol ATM Diringkus Polres Sukabumi

Selasa, 27 September 2022 | 08:00 WIB

Fosil Asli Gajah Mada Ada di NTT, ini Alamat Lengkapnya

Selasa, 27 September 2022 | 06:08 WIB
X