• Minggu, 26 Juni 2022

Berburu Lahan Super Premium

- Rabu, 20 Januari 2021 | 05:12 WIB



Sengketa 30 hektare lahan Keranga yang berlokasi di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa TenggaraTimur (NTT) tengah menjadi bahan pembicaraan publik. Topik itu mencuat menyusul Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT memutuskan untuk kembali melanjutkan penyelesaian sengketa lahan itu, setelah sebelumnya pernah mencuat di tahun 2018 lalu.


Demi pengembangan kasus, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati NTT sudah beberapa kali terjun ke lokasi untuk mengumpulkan fakta lapangan. Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan terkait sengketa lahan itu, termasuk mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai era Bupati Gaspar Parang Ehok, yakni Frans Paju Leok, serta Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula, dan masih banyak nama lainnya yang ditengarai terkait lahan Keranga tersebut.


Dalam penggeledahan yang dilakukan Aparat Penyidik Gabungan Kejati NTT dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat, pada Senin (11/10/2020) lalu, sedikitnya ratusan dokumen telah disita dari Kantor Bupati Manggarai Barat, termasuk dua unit ponsel pribadi milik Bupati Manggarai Barat dan asistennya. Lantas, bagaimana sejarah dan perkembangan kasus ini hingga menyeret sejumlah nama? Berikut kami hadirkan ulasannya.


Ini Merupakan Konten Premium

Jadilah Pelanggan Floreseditorial+ Untuk Mendapatkan Akses Puluhan Berita Setiap Bulannya


Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Terkini

Kementan Pastikan Sapi Asal NTT Semuanya Aman

Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:37 WIB

Ide Logo HUT RI Ke 77 Tahun 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:28 WIB
X