• Kamis, 26 Mei 2022

Lama ‘Mengendap’ di Meja Polisi, Warga Pertanyakan Perkembangan Penyelidikan Kasus Pencurian Tanah Gereja

- Sabtu, 9 Januari 2021 | 04:23 WIB
Laurensius Amin, sedang memegang surat panggilan. (Foto: Pankra)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Laurensius Amin, warga Rato Komba, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa dirugikan terkait laporan terhadap dirinya di Polsek Sambi Rampas pada tahun 2019  lalu. 


Laurensius Amin, saat ditemui di rumahnya pada Jumat (8/1/2021), mengatakan, dirinya telah dipanggil oleh Polisi dari Kepolisisan  Sektor Sambi Rampas sebanyak dua kali.


Pemanggilan pertama pada tanggal  22 Maret 2019 dengan Nomor Surat: B/32/III/2019/sek.S.Rampas. Dan pemanggilan kedua dengan Nomor Surat: B/39/IV/2019/Sek.S.Rampas pada tanggal 6 April 2019.


Ia menambahkan, dirinya tidak pernah dipanggil kembali untuk memberikan keterangan lanjutan kepada Polisi setelah panggilan kedua tersebut. 


"Saya merasa tidak nyaman, gelisah, dan malu karena dituduh mencuri tanah gereja," tandasnya.

Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Terkini

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB

Tujuh Komisioner Baru KIP Diangkat Menkominfo

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:02 WIB
X