• Jumat, 27 Mei 2022

Setelah Menghantar NTT Meraih 3 Medali Emas di Kejuaraan Dunia Kempo San Fransisco, Simpai Nabas Meninggal Dunia

- Sabtu, 5 Agustus 2017 | 00:18 WIB
Jakarta, floreseditorial.com – Berita duka kembali menyelimuti cabang olahraga Bela diri Kempo Indonesia, khusunya cabang Olahraga Beladiri Nusa Tenggara Timur (NTT) Barnabas Ndjoerumana SH atau yang lebih dikenal dengan nama simpai Nabas akhirnya harus menghembuskan nafas terkahirnya  di atas pesawat Cathay Pasific dengan No penerbangan CX  873  dalam penerbangan dari San Fransisco menuju Hongkong pada pukul 04.00 waktu San Fransisco ( 4 Agustus San Fransisco ) atau pukul 19.00 WITA (Tanggal 5 Agustus  Waktu Indonesia,red ) karena sakit yang memang Sdh lama di deritanya yaitu komplikasi jantung dan paru paru. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  NTT, Andre Koreh menuturkan bahwa Sejak awal rencana keberangkatan kami sudah menyarankan Pak Nabas untuk tidak ikut dalam rombongan menuju San Fransico “Mengingat Kondisi kesehatan beliau, namun karena kecintaan dan kemauan kerasnya untuk  menyaksikan anak anak didiknya bertanding di world championship shorinji Kempo , di San mateo California USA  dari tanggal 27 july 2017 Sampai tanggal  3 Agustus 2017 sehingga beliau tetap diikutkan dalam rombongan” Jelas Andre Selama di USA, jelas Andre, pak Nabas selalu bersama anak anak didiknya baik saat latihan maupun saat studi sesion selama 3 hari terlebih saat pertandingan, walaupun dengan menahan dan melawan derita sakitnya. “Selebihnya diluar kegiatan tersebut beliau istrahat saja di Kamar 508 hotel Embassy San Mateo hingga seluruh rangkaian acara selesai dan rombongan Indonesia kembali ke tanah air pada tgl 4 Agustus dinihari jam 00.10 waktu San Fransisco. dengan Cathay Pasifik” Ungap Ketua harian KONI NTT tersebut Dikatakannya bahwa, Setelah 3 jam penerbangan pulang dari San Fransisco menuju Hongkong , dari total waktu penerbangan San Fransisco - Hongkong selama 16 jam pak Nabas sempat ke toilet beberapa kali dan saat ke toilet yang terakhir , pak Nabas keluar Dari toilet langsung jatuh dan tdk sadarkan diri. Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter turut membantu menyelamatkan pak Nabas , namun Tuhan berkehendak lain   “Sehingga, Pada pukul 4 dinihari waktu San Fransisco,  Atau jam 19 00 WITA Pak Nabas dinyatakan telah meninggal dunia” Ujarnya Dalam kondisi seperti  ini, Pilot dan rombongan Kempo Indonesia Pak Esthon Foenay Dari Perkemi NTT dan pak Kusumo dari PB Perkemi serta  Saya sendiri  dari koni NTT berunding. “ Walau awalnya pilot ingin mendaratkan pesawat ke bandara terdekat yaitu Maryland, Namun karena dalam percakapan itu semua berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong, maka perjalanan diteruskan ke Hongkong” Berdasarkan informasi yang diterima media, Jenasah almarhum Simpai Barnabas  saat ini sedang berada disalah satu rumah Sakit bandara Hongkong dan sedang diupayakan untuk ikut diberangkatkan bersama Rombongan siang ini ke  Jakarta dengan  penerbangan cathay Pasifik CX 777 , jam 08.40 WITA.  ***(Andre)

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X