• Jumat, 27 Mei 2022

Aku, Kadis PPO Matim n Uang Bensin

- Senin, 7 Agustus 2017 | 04:01 WIB
Borong, floreseditorial.com – Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Manggarai Timur, Frederika Sock, diduga melakukan tindakan menyalahgunakan kekuasaannya sebagai kepala dinas PK kabupaten Manggarai Tiimur untuk memeras rakyat. Hal ini disampaikan oleh Corry Mukun, Salah satu pengguna media sosial facebook yang diposting disalah satu Group Facebook Suara Rakyat Manggarai Timur. Melalui  Postingannya yang diberi Judul “Aku, Kadis PPO Matim n Uang Bensin” Pemilik akun facebook ini membeberkan secara gamblang tentang dugaan pemerasan yang dilakukan oleh kepala dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur Postingan yang diposting pada Jumat (04/07) ini, lalu diposting ulang oleh sejumlah pengguna akun facebook lainnya seperti  Akun Facebook Pater Malik yang memposting ulang postingan tersebut di Group facebook Menjaring Sosok Pemimpin Manggarai Timur Dalam Postingannya akun facebook Corry Mukun menuliskan “Mat mlm manggarai timur, mat mlm kadis PPO matim, mat malam DPR matim. Tgl 6januari 2017 pasti kadis PPO matim masih ingat. Ibu malu n takut ceritakan? Ok aq tidak takut. Hri itu hari jumat n hari kelabumu, yg mana kadis PPO matim secaa terang menderang menggunakan mobil dinas untuk memeras rakyat. Hingga mlm sabtunya mengambil juga sisa uang itu, aq sebagai rakyat merasa muak tindakanmu” Tulisnya Sontak Postingan tersebut mendapatkan komentar beragam salah satunya datang dari anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Mensi Anam yang meminta agar pemilik akun facebook  tersebut berani menyampaikan kebenarannya kepada dirinya  dan tetap  selalu hormat pada asas praduga tak bersalah, tulis mensi dalam komentarnya dipostingan tersebut. Tanggapan Serupa datang dari akun facebook Tino Mus yang menuliskan “Kalo ibu kadis tdk bersuara,,bersuaralah saudara Gusti salah satu pejabat dr dinas PPO  bidang PPTK,yg terlibat dlm pengeroyokan itu, kita tidakan tinggal ketika kasusx tidak d tanggapi ole pihak pelaku.klo pihak korban sering mengelu d dunia maya spt ini.licik sekali kadis PPO matim klo spt ini perbuatax,,belum lgi hal2 yg lain yg masi terbungkus dalam genggaman org2 yg siap utk melaporkan proyek titipanx yg sampai hari ini blm selesaii pekerjaanx.pdhl jatu tempox sda 4 bln yg lalu,jgn hanya px taring dng kaum yg lemah saja.harapan kmi utk Bpk Bupati matim tolong panggil pihak korban dan pihak pelaku,,jgn pura2 tdk tau kasus ini.karena sangat meresahkan kmi ats perilaku pimpinan yg terhormat dr kantor PPO mati.mudahan2 Para aktifis asal matim siap bersuara utk membela rakyat kecil d matim.dan berdiskusilah d setiap marga organisasi tersendiri agr bsa mencari tau kasus ini semakain dalam.harapan dr kmi agar ini semua cepat terungkap oleh kaum aktifis yg termulia utk suarax demi kemulian masyarakat tertindas,terbuang dan selalu d peras oleh oknum yg kurang profesional atas perilaku dan perbuatanx terhadap korban pemerasan,masyarakt matim semakim jaya apa bila bnyk masyarakt yg kritis terhdap segala tindak pejabat matim.masyarakatpun bsa merasakan adail dan sama d mata pejabat matim apabila bnyk masyarakt yg banyak menghasilkan pikiran yg cemerlang demi melangka menuju masyrakt yg sehat dan adil dlm segala hal.tbe sambil kopi mane.hehehehhe” Tulis Tino Mus Sementara akun facebook Dismas Kuartus Sina menuliskan “Pemda bersama penegak hukum di Matim secepatx mengambil langkah yg tepat agar tdk berlama'' terjadix polemik ini, terlebih pihak'' yg terlibat harus proaktif dlm memberikan penjelasan sesuai fakta yg terjadi, kadis PPO Matim juga harus bersuara jgn diam..pihak'' yg merasa dirugikan akibat ulah sang kadis PPO Matim segera melapor ke pihak yg berwenang utk menyelesaikan persoalan itu..” Jelasnya dalam kolom komentar pada postingan yang  telah puluhan kali di Like ini Saat ditanya tentang siapa dirinya yang sebenarnya, mengingat banyak persoalan hukum yang terjadi karena dugaan penyebaran kebencian melalui facebook dengan menggunakan akun facebook palsu, dirinya mengatakan bahwa dirinya bukan seorang Kontraktor atau pejabat daerah “aq bukan pejabat yg digeser atau dinon job n bukan kontraktor, aq rakyat pekerja setengah nganggur, aq tdak mendapat sedikitpun keuntungan materi dr postinganku, aq sadr berani hal ini dibiarkan terus maka pasti semakin menjadi, salahkah jika rakyat menceritrakan kpda kyalayak ttng peristiwa yg aneh n aq posting ini bukan bru kli ini, dikronologinya ibu tres wisang km pernah adu argument, katanya dia akan robek mulutku n peristiwa itu bukan urusanku. Memang aq tau aq bukan korban tpi yg perlu diingat rakyat punya hak utk mengawasi” Tulisnya Sementara Frederika Sock, Kepala dinas Pendidikan & Kebudayaan kabupaten Manggarai Timur ketika dimintai tanggapannya tentang psotingan ini menjawab dirinya sudah mengetahui hal tersebut “Saya sudah mengetahui postingan itu” Ujar Frederika Singkat. ***(Andre)

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X