• Jumat, 27 Mei 2022

Kadis PK Dituding Peras Kontraktor Senilai 200 Juta, 25 Juta Disebut-Sebut Jatah Bupati Tote

- Kamis, 10 Agustus 2017 | 02:05 WIB
Borong, floreseditorial.com - Kisruh dugaan pemerasan yang dilakukan oleh kepala dinas Pendidikan  dan Kebudayaan (PK) kabupaten Manggarai Timur, Frederika Sock terus bergulir. Dugaan pemerasan ini berawal dari postingan facebook dengan nama akun Corry Mukun di salah satu group facebook yang substansinya menuding  kepala dinas PK kabupaten Manggarai Timur  telah melakukan pememerasan terhadap rakyat. Melalui  Postingannya yang diberi Judul “Aku, Kadis PPO Matim n Uang Bensin” Pemilik akun facebook ini membeberkan secara gamblang tentang dugaan pemerasan yang dilakukan oleh kepala dinas PK Kabupaten Manggarai Timur. Postingan yang diunggah pada Jumat (04/07) ini, lalu diposting ulang oleh sejumlah pengguna akun facebook lainnya salah satunya  akun Facebook Pater Malik.   Pater Malik bahkan memposting ulang di Group facebook Menjaring Sosok Pemimpin Manggarai Timur.   Atas postingan tersebut, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Manggarai Timur Frederika Sock pun berkicau di media.   Frederika Bahkan menampik tudingan Corry, dan berencana akan membawa kasus tersebut ke rana hukum, karena telah mencemarkan nama baiknya. Namun pemilik akun Corry Mukun tampaknya bergeming dengan reaksi Kadis Frederika. "Saya punya bukti, bahkan nomor HP saya sudah diketahui oleh pihak inspektorat kabupaten Manggarai Timur, mereka akan menghubungi saya besok,"kata Corry Mukun ketika dikonfirmasi wartawan rabu (9/8) malam.   Pemilik Akun Corry Mukun bahkan dengan tegas mengklaim bahwa dirinya memiliki bukti yang akurat atas postingannya dimedia sosial tentang dugaan pemerasan bernilai ratusan juta Rupiah itu. Dikatakannya bahwa Korban pemerasan yang dilakukan oleh kepala dinas PK Matim adalah seorang kontraktor berinisian ML, dalam proyek pengerjaan salah satu unit gedung sekolah di kabupaten tersebut. "Kalau bapak masih tidak yakin, akan saya kirimkan nomor suami kontraktor tersebut agar bisa bapak wawancarai lebih jauh,"tegas.Corry singkat.   Media ini pun menghubungi suami ML, untuk menelusuri kebenaran informasi yang diberikan Corry.   Pengakuan mengejutkan justru datang dari suami kontrktor  ML. Kepada media ini, suami ML menceritakan secara detail kronoligis pemerasan senilai 200 juta rupiah yang dilakukan Frederika Sock selaku kepala dinas PK Matim beberapa waktu lalu. Ia juga mengakui jika pihaknya  sudah menghadap inspektorat dan bupati Manggarai Timur terkait kasus ini. "Kemarin delapan agustus, saya sudah mendatangi kantor inspektorat kabupaten Manggarai Timur dan telah bertemu Bupati Manggarai Timur (Drs. Yoseph Tote, M.Si)," Jelas Suami ML. Ia juga mengatakan pengaduan serupa juga telah disampaikan kepada DPRD pada Minggu Malam, sehingga atas dasar pengaduan tersebut, DPRD Matim memanggil Inspektorat, Kadis PK dan Bupati Matim. "Pertemuan tersebut berlangsung di gedung DPRD kabupaten Manggarai Timur dan ketika itu Ika Sock telah mengakui bahwa benar telah mengambil uang dari Kontrkator yang mengerjakan proyek gedung salah satu SMU di kecamatan Borong sebesar Seratus lima puluh dua juta," Ujarnya. Menurut data inspektorat matim, lanjut sumber ini, uang yang diambil hanya sebesar 152.000.000 juta rupiah.   "Sementara realitanya, uang yang diambil Ika Sock  bukan cuma seratus lima puluh dua juta, akan tetapi hampir dua ratus juta," Jelasnya. "Soal angka itu sah - sah saja, dia mau cantumkan berapa saja , itu hak dia, tetapi yang menjadi poin penting adalah, di hadapan bupati dan anggota DPRD Ika telah mengaku merampas uang tersebut,"tambahnya. Ika Sock, kata sumber ini, tidak memiliki urusan soal dana proyek. "Inikan dia bawa istri saya ke dalam mobil dinasnya, di mobil dinas, uang istri saya dirampas dengan tasnya, dan istri saya sampai menangis ketika tas berisi uang ini dirampas," Jelas Suami ML. Ia mengaku jika isterinya berontak ketika insiden perampasan tas berisi uang itu terjadi. “tetapi ibu Ika menenangkan istri saya dengan menjanjikan proyek lebih banyak,”katanya. “Ibu tidak usah menangis, nanti tahun depan ibu akan dapat proyek lebih banyak lagi, saya sengaja ditempatkan di dinas PK matim oleh pak Bupati sampai masa jabatan Bupati selesai, karena di dinas PK ini proyeknya banyak dan pagu anggarannya besar - besar, masa ibu tidak ingat pak bupati, tidak ada kepala dinas yang kasian pak bupati, uang ini nanti dua puluh lima jutanya akan diserahkan ke pak bupati," Ujar suami ML mencontohkan perkataan kadis Frederika Sok kepada istrinya. Dikonfirmasi terpisah, kepala dinas PK kabupaten Manggarai Timur Frederika Sock, mengaku tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan oleh suami kontraktor ML "Dia adalah salah satu pekerja pada proyek yang dimenangkan oleh Kontraktor ML, saya tidak kenal dia, tetapi dia posting seperti itu, pasti akan saya proses secara hukum" Jelas Ika Terkait tudingan bahwa dirinya disebut - sebut merampas tas berisi uang senilai hampir dua ratus juta rupiah dari kontraktor ML, Frederika menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. "Kenapa saya harus minta uang, kapan dan dimana kejadiannya ketika mereka menuduh saya minta uang seperti itu dan saya berharap mereka tidak menyebarkan informasi yang tidak benar," Jelas Kadis PK Matim Ika menambahkan bahwa, pertemuanya dengan kontraktor ML adalah pertemuan yang dilakukan antara seorang kontraktor sebagai pemenang proyek pada dinas PK Manggarai Timur dan dirinya sebagai kepala dinas PK Manggarai Timur "Untuk meminta minta uang seperti yang dituduhkan mereka kepada saya, itu sangat tidak benar, saya tidak pernah melakukan hal seperti itu, silahkan bertanya pada ratusan kepala sekolah yang mendapat proyek bangunan fisik disekolah mereka, kapan saya minta uang kepada mereka," Demikian Ika   ***(Andre-FE)  

Editor: Admin Flores Editorial

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X