• Rabu, 29 Juni 2022

Rapat Dinas di Matim Berubah Jadi Ajang Adu Jotos

- Rabu, 20 September 2017 | 23:45 WIB
Borong, floreseditorial.com - Rapat dinas yang melibatkan kepala dinas (Kadis) Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Paulus Tamur dan Kepala Bidang (Kabid), Pencatatan Sipil Dinas Capilduk Matim Titus Joma pada (13/9) lalu berubah jadi ajang adu jotos antara Titus dan Paulus. Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Capilduk Matim Robertus Bonefantura itu bertujuan untuk mengklarifikasi soal polemik surat Titus Joma yang berjudul “Bos Capilduk Matim Stop Rakus”. Bukan hanya itu rapat tersebut juga sekaligus meminta Kabid Pencatatan Sipil itu mengembalikan aset daerah berupa 1 Unit sepeda Motor Honda Supra-x yang selama ini tidak digunakan. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (20/9) kepala dinas Capilduk Matim, Paulus Tamur membenarkan bahwa dalam rapat tersebut sempat terjadi aksi saling dorong antara dirinya dengan Titus Joma. "Ketika itu kita sedang Rapat, dan pak Titus hendak meninggalkan ruang rapat," Jelas Paulus Tamur. Kadis Paulus juga membenarkan bahwa, rapat tersebut dengan agenda untuk mengklarifikasi surat yang dikeluarkannya serta penarikan Aset Daerah yang tidak digunakan pada instansinya (Titus Joma). "Kalau rapat tersebut dia tinggalkan, kita mau bicara dengan siapa,"tanya Tamur. Padahal, kata Paulus, rapat itu bertujuan untuk menjelaskan pada Titus Joma agar bisa dipahami tentang porsi perjalan dinas di kantor Capilduk Matim. "Sehingga ketika itu, kebetulan saya berada di posisi pintu, sehingga saya bisa menghalangi jalan keluarnya, karena rapat itu sangat penting," Jelas Tamur. Namun saat itu kata Paulus Tamur, Titus Joma datang dan mencoba mendorongnya dengan keras. Tidak hanya berhenti disitu, Titus Joma juga mencoba mengarahkan Tinju ke arah Paulus Tamur. "Saya coba menahan serangannya, sehingga Tinjunya ketika itu mengenai pintu ruangan kerja saya hingga kacanya Pecah," kisah Tamur. Menurut Paulus Tamur, aset daerah berupa satu unit sepeda Motor Honda Supra-x yang diserahkan kepada Titus Joma juga tidak dirawat dengan baik. "Kunci kontak Rusak, Kaca Spionnya Hilang, Bahkan nomor Polisinya juga tidak ada, padahal inikan motor Dinas," Jelas Kacapilduk Matim itu. Paul juga menambahkan jika sepeda motor dinas tersebut tidak digunakan oleh Titus joma, "Karena diakan membawa mobilnya datang ke kantor, makanya motor itu saya tarik dan akan diserahkan kepada pihak lain di kantor ini yang membutuhkan kendaraan," tukas Paulus Tamur. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pencatatan Sipil dinas Capilduk Matim Titus Joma menjelaskan bahwa dirinya lebih memilih walk out ketika rapat tersebut dilaksanakan ketimbang harus mendengar hinaan yang disampaikan oleh Kacapilduk Matim dan Sekcapilduk Matim. "Saya lebih baik keluar ruangan, karena rapat tersebut adalah Neraka bagi saya,"jelas Titus. "Di dalam ruangan itu saya dihina di hadapan puluhan THL yang mengabdi di kantor Capilduk Matim,"tambahnya. Titus juga mengisahkan jika dalam rapat tersebut Paulus mengatakan kepadanya bahwa Ia diturunkan dari jabatan karena bodoh.   Selain itu, lanjut Titus, Sekertaris capilduk Matim juga menyematkan hinaan serupa kepadanya. "Ia katakan, Saya banyak hutang karena tidak tau mengelolah Gaji,"jelasnya. Atas kondisi itu Titus Joma memilih untuk walk out dari ruangan dan meninggalkan rapat tersebut. "Namun, saya dihalangi oleh Kacapilduk Matim di pintu keluar ruangan, sehingga kontak fisik antar kami berduapun terjadi," jelas Titus. Terkait Motor dinas yang ditarik dari instansinya, ia menjelaskan bahwa peralatan seperti kunci sudah ia ganti dengan dana pribadi miliknya. "Selama tahun, 2016 tidak ada biaya perawatan motor dan bahan bakar, semuanya ditanggung oleh saya sendiri,"terang Titus Joma. Kisruh antar Kacapilduk Matim Paulus Tamur dan Kabid Pencatatan Sipil Titus joma sudah berlangsung lama. Melalui  suratnya yang diberi Judul  “Bos Capilduk Matim Stop Rakus,” Joma membeberkan sejumlah dugaan perjalanan  dinas  yang menurutnya telah merugikan keuangan daerah hingga   104 juta  Rupiah. Menurut  Titus ,  Rekapitulasi perjalan dinas Eselon II dan Eselon III pada dinas Dukcapil tahun  2017 di dalam dan di luar daerah kabupaten Manggarai Timur berpotensi  merugikan keuangan daerah. “Prediksi saya,  total kerugian daerah mencapai Seratus Empat  Juta Rupiah,”tegasnya saat dikonfirmasi  media. Dikatakannya bahwa perjalanan  dinas yang dilakukan  oleh  Kacapilduk Matim selama 52 hari telah merugikan rakyat  Manggarai Timur. “Paling penting  untuk Bos (Kacapilduk) Stop Rakus,” Ujar Titus. **(Yon-FE)

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Petinju Asal NTT Menang di Arab Saudi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:05 WIB

Puluhan Remaja Afrika Selatan Tewas di Klub Malam

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:10 WIB

Apa Saja yang Dibahas dalam KTT G7 di Jerman?

Senin, 27 Juni 2022 | 13:15 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Tiba di Jerman

Senin, 27 Juni 2022 | 12:03 WIB
X