• Jumat, 27 Mei 2022

Jadwal  Operasi Setnov dan Pemeriksaan KPK Bersamaan,  By Design?

- Kamis, 21 September 2017 | 01:29 WIB

Floreseditorial.com - Jadwal operasi Setya Novanto akibat sakit yang diderita sepenuhnya ditentukan oleh Dokter Rumah Sakit yang merawat Setya Novanto, berdasarkan kewajiban dokter sesuai sumpah profesi dokter.

"Pertanyaannya mengapa jadwal operasi dokter dimaksud dilakukan bersamaan waktunya dengan jadwal KPK untuk memeriksa KPK Setya Novanto sebagai Tersangka. Sementara dalam waktu yang bersamaan Praperadilan juga membuka persidangan tanpa harus memerlukan kehadiran Setya Novanto secara fisik" Ujar Petrus Salestinus kepada  media,  Rabu (21/09)

Menurutnya,  Jika skenario di atas dilihat sebagai sebuah siasat penghindaran atas kewajiban, maka skornya masih menguntungkan Setya Novanto, karena dengan KPK belum bisa meminta keterangan Setya Novanto sebagai Tersangka, maka KPK juga belum bisa melimpahkan berkas perkaranya ke Penuntutan, karena dengan pelimpahan berkas itu berimplikasi hukum berupa gugurnya Praperadilan Setya Novanto, Terang  Salestinus.

"Dalam kasus "sakit" Setya Novanto" Kata Salestinus", kita patut mempertanyakan apakah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk mengoperasi Setya Novanto pada saat KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan, bisa dikategorikan sebagai tindakan yang bertujuan menghalang-halangi penyidikan terhadap Setya Novanto" Ujar Advokat Peradi Itu.

Jika dokter Rumah Sakit yang mendiagnosa penyakit Setya Novanto memutuskan untuk melakukan tindakan medis, supaya pemeriksaan oleh KPK bisa dihambat, maka dalam hal demikian dokter-pun dapat dimintai pertanggung jawaban pidana korupsi, karena KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Setya Novanto beberapa hari sebelumnya.

"Dalam situasi normal, kita tidak patut menduga bahwa sebuah skenario sudah didesain sedemikian rupa untuk menghambat tugas penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP demi membebaskan status Tersangka Setya Novanto" Jelas  Petrus Salestinus.

Menurut Petrus, dalam posisi kasus demikian KPK menghadapi 2 (dua) kendala yaitu soal Sakit dan soal Praperadilan.

"Dua kendala ini berpotensi menghambat jalannya Penyidikan, karena atas alasan sakit KPK belum bisa memeriksanya sebagai Tersangka sehingga KPK-pun belum bisa melimpahkan Berkas Pemeriksaan ke tahap Penuntutan" Jelasnya

Ia menambahkan bahwa  Implikasi hukumnya adalah harapan untuk gugurnya Praperadilan akibat berkas perkara naik ketahap penuntutan gagal total.

"Karena alasan Praperadilan maka bisa saja status Tersangka Setya Novanto menjadi batal dan berimplikasi pada Penyidikan yang sedang berlangsungpun sementara waktu terhenti karena KPK harus mengeluarkan Penetapan Status Tersangka baru untuk melanjutkan penyidikan" Tukas  Petrus Salestinus **(Anton-FE)

Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X