• Jumat, 27 Mei 2022

INVESTIGASI FLORESEDITORIAL : NASIB PROYEK APBN SENILAI Rp. 16.332.275.00

- Jumat, 14 Oktober 2016 | 03:26 WIB
Polisi Bekuk Maling Lintas Provinsi di Bandara Komodo
Polisi Bekuk Maling Lintas Provinsi di Bandara Komodo

Mega  Proyek yang dikelolah oleh PT. Teguh Karya Rahardjo, sampai saat ini kegunaan dan asas pemanfaatan dari proyek tersebut,  belum dirasakan oleh masyarakat. Proyek yang memiliki sumber dana dari APBN Murni di tahun Anggaran 2015 ini merupakan proyek penggantian beberapa jembatan yang ada di Kabupaten Manggarai Timur. Paket proyek ini diantaranya; Penggantian Jembatan Wae Rongket II Cs (Waelerang dan Wae Jobang) , Penggantian Jembatan Wae Tegel CS (Wae Sepang) dan Penggantian Jembatan I Cs (Wae Poang III)

Proyek senilai  Rp. 16.332.275.00 (Enam Belas Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) ini dilaksanakan dari Dana yang dihimpun dari pajak yang dibayarkan masyarakat" Yaaa.... Seperti itulah yang tertulis di Papan Informasi Proyek tersebut.

LOKASI JEMBATAN : LERANG

-
Salah satu dari beberapa jembatan yang dibangun, tetapi sampai saat ini, jembatan - jembatan tersebut belum digunakan ( Lokasi: Lerang desa Gololoni, Kecamatan Ranamese, Kab. Manggarai Tiimur ) Foto : Floreseditorial

Salah seorang sumber kepada media ini mengatakan " Ada beberapa jembatan yang dikerjakan oleh PT ini,semuanya belum ada yang selesai, sementara Waktu pelaksanaanya telah lewat, karena waktu pelaksanaanya 210 hari kalender,dan sekarang sudah lewat,jelasnya, memang kita tidak melihat seperti apa tekhnis dari perencanaan pembangunan jembatan ini, lihat saja, jalan kedalam jembatan yang dibangun belum dibuat, jembatan ini dibiarkan begitu saja, tidak ada akses menuju jembatan yang dibuat, karena hanya dibangun jembatan, sementara jalannya tidak ada.

LOKASI JEMBATAN : SITA

-
Salah satu dari beberapa jembatan yang dibangun, tetapi sampai saat ini, jembatan - jembatan tersebut belum digunakan ( Lokasi: Sita, Kecamatan Ranamese, Kab. Manggarai Tiimur ) Foto : Floreseditorial

Selain itu, media ini menemukan beberapa hal menarik dilapangan terkait pengerjaan Mega Proyek ini, Salah seorang sumber kepada media ini mengatakan " Telah  terjadi kesepakatan tukar Guling, antara Pihak Kontraktor  dengan pemilik tanah sekitar Lokasi Proyek, Kesepakatan Tukar guling ini disepakati untuk pengerjaan jembatan Waetegel ,

dimana Tanah yang dibangun untuk pengerjaan jembatan ini ditukar dengan Lokasi jalan Raya yang sekarang masih digunakan oleh pengguna Jalan. Hal ini dibenarkan oleh VT, selaku pemilik tanah tersebut. Kepada media ini VT mengatakan " Saya menyepakati tukar guling ini demi kemajuan daerah ini,demi proses pembangunan yang lebih baik, tetapi pembanguna jembatan ini sudah sangat lama dan belum selesai, sudah dibangun diatas tanah saya yang ditukar" Ujar VT kepada media ini , Jumat (14/10).

LOKASI JEMBATAN : WAERANA

-
Beberapa Bagian jembatan, yang terlihat Retak, pada pengerjaan jembatan yang terdapat dikecamatan Kota Komba  

Tidak berhenti disitu, media ini mencoba meneruskan investigasi menuju jembatan  yang terdapat di Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, dan seperti jembatan - jembatan lainnya, jembatan ini juga belum digunakan, tetapi beberapa bagian fondasi jembatan justru terpantau Retak, padahal usia proyek ini belum mencapai satu tahun.

Terkait beberapa keluhan dan kejanggalan yang terjadi pada beberapa jembatan diatas, media ini mencoba menghubungi dinas PU kab. Manggarai Timur, melalui Kabid Bina Marga pada Dinas PU kabupaten Manggarai Timur , Sipri Nena. Kepada media ini , Jumat (04/10) Sipri mengatakan " Kalau untuk proyek - proyek tersebut, kita tidak bisa mengetahui banyak, karena proyek itu dikerjakan Oleh  anggaran  APBN dan kalau ingin  mendapatkan informasi, coba hubungi pihak Satker Pelaksana jalan wilayah III provinsi NTT" ujarnya

Lebih lanjut , awak media Floreseditorial,berusaha untuk menghubungi Kontak Person  dari PT tersebut , untuk meminta klarifikasi terkait hal yang terjadi ,akan tetapi nihil,beberapa kali dihubungi melalui ponsel, tetap tidak bisa dihubungi. Saat media ini mencoba menggali informasi dari  pihak Satker Pelaksana jalan wilayah III provinsi NTT melalui nomor kantor, salah seorang menjawab "Semua petugas sedang keluar, nanti coba kontak kembali, sembari menutup sambungan telepon //

Investigator : TP-FE.08 Kontributor: AK-FE.01 Editor           : YS-FE.02

***

Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X