• Jumat, 1 Juli 2022

JATANRAS POLRES MANGGARAI DIPERIKSA "Terkait Prosedur Penggrebekan KP di Kembur"

- Sabtu, 22 Oktober 2016 | 03:01 WIB
Pembangunan Infrastruktur di Ende 'Tersandra' Covid-19
Pembangunan Infrastruktur di Ende 'Tersandra' Covid-19

RUTENG, FE.  Kasus penangkapan Bandar judi kupon putih (KP) Dengan tersangka Bernadus Jebeot warga  Kembur kelurahan Satar Peot kecamatan Borong Manggarai Timur pekan lalu telah menyedot perhatian Publik, tidak luput dari perhatian publik saja, masalah ini juga menjadi perhatian tim dari unit pengamanan internal (Paminal) Polres Manggarai.

Dua Tim dari unit Paminal Polres Manggarai sudah turun klarifikasi  dan menggali berbagai bahan di TKP terkait pengrebekan Bandar judi KP yang disinyalir ada perberdaan versi’kata Waka Polres Manggarai, Kompol Tri Joko kepada floreseditorial.com ,Jumat (21/10) kemarin. Dikatakan kasus ini mencuat setelah adanya penangkapan Bandar KP Bernadus Jebeot,saat ditangkap tim Jatanras mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang sejumlah 24 juta lebih dan kertas rekapan bertuliskan angka-angka.

-
Kapolres Manggarai (Foto: Tribaratanewsntt )

Namun belakangan, beberapa  memberitakan jumlah uang sebagai barang bukti mencapai 50 juta lebih sesuai pengakuan ibu tersangka. , Berdasarkan informasi tersebut,tim Paminal menyelidiki mulai dari proses penangkapan hingga barang bukti yang disita. Namun sampai saat ini,saya belum mendapat laporan Paminal terkait hasil penyelidikan,ujarnya. Dikatakan tim Paminal sudah mengambil keterangan terhadap keluarga tersangka di Borong,Manggarai Timur termasuk juga anggota Jatanras atau Buser yang melakukan penggrebekan saat itu. Dan jika memang nanti pengebekan itu tidak sesuai SOP maka anggota Buser bisa dikenakan kode etik atau sejenisnya,namun tentu didalami terlebih dahulu.

Diberitakan Sebelumnya , Nenek Agnes Kende ibu kandung Bernadus Jebeot mengaku kehilangan uang dari dalam rumahnya yang diduga dirampas anggota polisi (Jatanras) saat melakukan pengrebekan anaknya yang disangkakan sebagai banadar judi kupon putih. Padahal menurut pengakuan Agnes uang tersebut hasil dari keringatnya sendiri,dagangan kios dan usaha lain. Uang sebanyak 50,400,000 lenyep seketika, dan sebanyak 400 ribu diambil dari laci kios,sementara 50 juta diambil dari dalam lemari kamar. Namun anehnya,tiba di Polres Manggarai,uang hanya tersisa 24 juta lebih. Kuasa hukum,nenek Agnes Kende dari LBH Manggarai Raya,Fransiskus Ramli kepada media ini  mengatakan pihaknya sudah mengambil data di TKP,ditemukan banyak kejanggalan dari penggrebekan itu sehingga butuh pendampingan serius. ‘Kita sudah ke TKP ambil data,ditemukan banyak kejanggal yang dilakukan saat grebek’katanya// Kontributor: AK.FE-01

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

X